December 8, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Riwayat Tempe Mendoan, Melihat Saja Bikin Kemecer, Apalagi Menyantap Anget Anget Saat Hujan

3 min read
Tempe mendoan kuliner khas banyumasan (Foto Istimewa)

Tempe mendoan kuliner khas banyumasan (Foto Istimewa)

JAKARTA – Tempe mendoan atau yang lebih dikenal dengan mendoan adalah salah satu makanan khas kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Mendoan sangat identik dengan masyarakat Karesidenan Banyumas, dimana hampir di setiap sudut kota menyediakan makanan ini.

Mendoan adalah sejenis gorengan yang digoreng setengah matang atau lembek. Seluruh komponen masyarakat Purwokerto sangat menyukai mendoan, hingga jika tidak ada mendoan rasanya seperti ada yang kurang.

Banyak yang menyukai makanan ini namun banyak pula yang tidak mengetahui darimana asal usul mendoan.

Berikut ini kami ulas sejarah mendoan, cara membuat, dan dimana saja tempat oleh oleh yang menyediakan mendoan.

Konon, mendoan sudah ada sejak beberapa abad silam. Kemunculan mendoan seiring dengan munculnya bahan utamanya, yakni kedelai.

Kedelai ini banyak tumbuh di seputar Asia Tengah wilayah China dan Indocina yang kemudian dibawa oleh masyarakat Asia Tengah ketika bermigrasi ke Tenggara.

Seperti diketahui, kedelai merupakan bahan utama pembuatan tempe. Berbeda dengan tempe biasa, mendoan dibuat dengan ukuran yang tipis.

Mendoan adalah tempe yang dibalur dengan tepung yang sudah dicampur dengan bumbu dan digoreng setengah matang. Dan tak lupa irisan daun bawang yang ditambahkan ke dalam adonan membuat makanan ini bertambah nikmatnya.

Rasanya yang khas dengan aroma ketumbar, membuat makanan ini sangat digemari oleh semua lapisan masyarakat.

Mendoan digoreng setengah matang atau lembek. Membuat makanan ini terlihat mengkilap dan sangat menggiurkan. Sangat cocok dimakan saat hangat.

Kata mendo berasal dari bahasa Banyumas, yang artinya setengah matang atau lembek. Untuk mendapatkan mendoan yang setengah matang, penggorengan tidak perlu memakan waktu yang lama.

Hanya butuh waktu sekitar 5 sampai 6 menit, tidak terlalu renyah. Itulah kenapa tempe tipis ini disebut dengan mendoan. Karena digoreng setengah matang atau lembek.

Masyarakat Purwokerto, Banyumas, biasanya memakan mendoan dengan cabai rawit hijau atau dengan sambal kecap.

Meskipun menjadi makanan khas kota Purwokerto, mendoan rupanya sudah sangat terkenal di seluruh Indonesia.

Mendoan mulai menjadi komoditas ekonomis dan dikelola dalam dunia kepariwisataan sejak awal tahun 1960-an.

Tempe mendoan khas Banyumas resmi ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2021 di Jakarta kategori Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional.

Sidang penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2021 tersebut digelar oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi pada tanggal 26 hingga 30 Oktober 2021.

Mendoan akhirnya terdaftar sebagai WBTb kategori Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional setelah mengalami proses yang panjang.

Proses pengusulannya sendiri sudah dilakukan sejak tahun 2020. Sidang penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021 menghasilkan rekomendasi sebanyak 289 karya budaya menjadi

 

Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021 yang berasal dari 28 provinsi.

Penetapan ini sekaligus menjadi daya tarik masyarakat yang lebih luas dan membuat bangga masyarakat Banyumas dan sekitarnya.

Saking terkenalnya makanan ini, membuat beberapa pengusaha berlomba lomba untuk memasarkan mendoan ke daerah lain.

Ini sekaligus menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi ujung tombak pariwisata. Ya, setiap wisatawan yang datang berkunjung ke Purwokerto atau Banyumas pasti mencari mendoan.

Lalu dimanakah tempat yang menyediakan mendoan? Bagi anda yang merupakan warga Purwokerto dan Banyumas tentunya dengan mudah mendapatkannya.

Namun bagi anda wisatawan yang berkunjung ke Purwokerto pasti mencari tempat yang menjualnya.

Tidak perlu khawatir, mendoan dapat ditemui di pusat oleh oleh Purwokerto di sepanjang Jalan Sawangan Purwokerto atau di daerah Sokaraja, Banyumas.

Harganya sangat terjangkau. Rasanya juga enak. Sangat cocok dikantong dan di lidah wisatawan.

Nah, demikian Sejarah Mendoan, Asal Usul Makanan Khas Kota Purwokerto, Banyumas yang Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Sebagai masyarakat Banyumas kita sangat bangga karena mendoan mendapat tempat di hati semua orang. []

Sumber Pikiran Rakyat

Advertisement
Advertisement