Pemerintah Berhasil Menyalurkan Warganya Mendapat Pekerjaan, Lulusan SMK Dilepas Menjadi PMI yang Bekerja di Perkebunan
3 min read
JAKARTA – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara bersama stakeholder terkait melakukan pelepasan 12 orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Program SMK Go Global Tahun 2026 sektor perkebunan yang akan bekerja di Malaysia. Kegiatan berlangsung di Pelabuhan Internasional Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, Kamis (17/9/2026).
Pelepasan tersebut secara resmi dilakukan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan, H. Muhammad Amin, mewakili Bupati Nunukan. Kegiatan turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Nunukan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Tim Inspektorat Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), perwakilan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), serta stakeholder terkait lainnya.
Kegiatan pelepasan ini merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Program SMK Go Global Tahun 2026 yang bertujuan meningkatkan kompetensi, kesiapan kerja, dan pemahaman CPMI sebelum bekerja di negara penempatan. Sebelum diberangkatkan, para CPMI telah mengikuti rangkaian pelatihan, pembekalan, serta Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) sebagai bagian dari persiapan menuju negara penempatan.
Dalam sambutannya, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Nunukan, Muhammad Amin, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas keberangkatan para pemuda daerah yang telah dipersiapkan untuk bekerja di luar negeri.
“Hari ini adalah awal dari perjalanan baru bagi anak-anak kita. Keberangkatan ini bukan hanya membawa keterampilan dan keahlian, tetapi juga membawa harapan besar bagi keluarga untuk meraih kehidupan yang lebih baik,” ujar Muhammad Amin.
Sementara itu, Kepala BP3MI Kalimantan Utara, Kombes Pol Andi M Ichsan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Program SMK Go Global, khususnya dalam mempersiapkan CPMI agar memiliki kompetensi dan kesiapan sebelum bekerja di luar negeri.
Ia menegaskan bahwa keberangkatan melalui jalur resmi dan prosedural merupakan salah satu aspek penting dalam memperoleh pelindungan sebagai Pekerja Migran Indonesia. Karena itu, para CPMI yang telah memperoleh pengalaman dan pemahaman selama mengikuti rangkaian program diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya bekerja ke luar negeri secara aman dan sesuai ketentuan.
“Saya berpesan kepada rekan-rekan semua, mari bersama-sama mengajak keluarga, saudara dan sahabat yang ingin bekerja keluar negeri untuk menempuh jalur yang legal dan prosedural. Sampaikan pengalaman dan pengetahuan yang kalian peroleh selama mengikuti program ini agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya migrasi aman,” ujar Andi.
Selain mengajak masyarakat untuk memilih jalur resmi, Andi juga mengingatkan para CPMI untuk menjaga sikap, perilaku, dan nama baik Indonesia selama berada di negara penempatan.
“Jaga nama baik dan marwah Republik Indonesia pada saat nanti rekan-rekan bekerja di luar negeri. Tunjukkan bahwa Pekerja Migran Indonesia adalah pekerja yang memiliki kompetensi, disiplin, bertanggung jawab, dan profesional,” pesannya.
Menurutnya, para Pekerja Migran Indonesia tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga, tetapi juga membawa identitas Indonesia di negara tempat mereka bekerja. Oleh karena itu, sikap profesional, kepatuhan terhadap aturan, serta penghormatan terhadap hukum dan budaya negara penempatan menjadi bagian penting yang harus dijaga selama bekerja. Dengan bekal keterampilan, pembekalan, dan pemahaman yang telah diperoleh, 12 CPMI Program SMK Go Global sektor perkebunan tersebut diharapkan mampu menjalankan pekerjaan secara profesional, menjaga keselamatan dan diri selama berada di negara penempatan, serta memberikan kontribusi positif bagi keluarga, daerah, dan bangsa Indonesia. []
