October 17, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Pensiunan Dokter di Deep Water Bay yang Mengkilik-Kilik Lobang Intim PRTnya Divonis Penjara

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

HONG KONG – Sempat menarik perhatian warga Hong Kong ulah nyentriknya, seorang pensiunan dokter berusia 87 tahun bernama Dr. Brian Drew Apthorp populer bukan karena ilmu kedokterannya, melainkan karena mesumologi yang dia praktekkan terhadap beberapa PRT yang bekerja pasanya.

Dokter tersebut kini harus menanggung resikonya, setelah persidangan di Pengadilan Distrik Timur kemarin (15/06/2021) memutusnya bersalah dan hakim yang memimpin jalannya persidangan menganugerahkan hukuman penjara selama 30 bulan.

Diberitakan sebelumnya, seorang PRT asing berinisial CB (30) mengaku disuruh memijit majikannya yang seorang pensiunan dokter tersebut. Tak hanya itu, dirinya juga disuruh melakukan masturbasi didepan majikannya dan disuruh memasturbasi majikannya.

Mengutip Oriental Group, tindakan seksual yang dilakukan pensiunan dokter tersebut juga berupa penganiayaan fisik, yaitu memukul CB saat melakukan aktitifas seksual.

Saat dilakukan olah perkara di tempat tinggal dokter Brian di kawasan mewah Shouson Hill, Deep Watewr Bay, Hong Kong Island, Polisi menemukan beberapa file video yang berisi adegan “Hoho Hihe” antara dokter Brian dengan PRT beberapa PRT asing selain CB.

Tak hanya video, Polisi juga menemukan foto-foto telanjang beberapa PRT asing, bahkan ada yang dia pajang di dinding kamarnya.

Hal tersebut mengindikasikan, CB, PRT asing yang oleh pelaku digaji HKD.6.000 setiap bulan bukanlah PRT asing pertama yang menjadi korban.

PRT yang Digrepe-Grepe Lapor Polisi, Pensiunan Dokter di Hong Kong Island ini Ternyata Miliki Beberapa Koleksi Video “Hoho Hihe” Dirinya dengan Beberapa PRT Asing

Pengacara dari Patricia Ho and Associates yang mendampingi CB menyatakan, perbuatan pelaku merupakan kejahatan serius dan merupakan bentuk pelanggaran terhadap perlindungan PRT asing di Hong Kong.

Dalam penuturannya, serangan seksual pertama terhadap CB terjadi pada 11 September 2019. Saat itu pelaku meraba-raba payudara CB dan memasukkan serta mengkilik-kilik jari-jarinya kedalam alat kemaluan CB. Pelaku mengatakan untuk pemeriksaan medis.

Setelah kejadian itu, CB diminta memijit pelaku setiap hari sambil berbaring di tempat tidurnya dan bertelanjang bulat. CB kemudian disuruh melakukan masturbasi didepan pelaku sambil diminta untuk menatap mata pelaku.

Tidak tahan dengan perlakuan pelaku, pada April tahun kemarin akhirnya CB berhasil melarikan diri ketika majikannya meninggalkan Hong Kong dan berada di Prancis. []

Advertisement
Advertisement