December 5, 2023

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Pentingnya mengenali krisis identitas pada orang dewasa

3 min read

Ada masa ketika seseorang mulai mempertanyakan banyak hal soal dirinya, apa tujuan hidupnya, apa keinginan dalam hidup, dan bagaimana harus menyelesaikan masalah. Apakah Anda sering memikirkan pertanyaan-pertanyaan tersebut? Kemungkinan besar Anda tengah mengalami krisis identitas.

 

Apa itu krisis identitas dan bagaimana cara mengatasinya?

Istilah krisis identitas kali pertama digunakan oleh psikolog Erik Erikson untuk memperkenalkan ide-ide krisis identitas pada remaja dan setengah baya.

Dia berpendapat, dalam segala tahap perkembangan, akan muncul krisis identitas, misalnya, seorang remaja tengah berjuang menentukan identitas bersamaan dengan adanya kebingungan peran.

Tak hanya remaja, seseorang yang berusia 20-35 tahun, juga bisa mengalami krisis identitas. Prioritas dalam periode ini adalah cinta dan hubungan. Kurangnya kepuasan menyebabkan orang dewasa muda mengisolasi diri sendiri dari kehidupan sosial.

Kemudian, pada usia 35-65 tahun, krisis identitas mengacu pada produktivitas versus stagnasi. Penekanannya adalah pada kebutuhan orang dewasa untuk menjadi produktif dan sukses secara profesional.

 

Mengapa seseorang bisa alami krisis identitas?

Penyebab di balik terjadi krisis identitas ialah perubahan besar dalam kehidupan, faktor usia, atau kemajuan dari tahap tertentu, misalnya, sekolah atau pekerjaan.

Kondisi ini bisa terjadi karena seseorang mengalami konflik pribadi, seperti kehilangan pekerjaan, perceraian, kematian orang terdekat, atau baru mengalami peristiwa traumatis.

Pemicunya tak mesti hal buruk, tapi juga bisa karena adanya perubahan, seperti pernikahan, memiliki anak, pindah tempat tinggal, atau pindah tempat kerja.

Saat seseorang mengalami krisis identitas, ada beberapa tanda, termasuk saat mulai mempertanyakan siapa diri Anda sebenarnya, berhubungan dengan aspek kehidupan tertentu seperti hubungan, usia, spiritualitas, keyakinan, minat, atau karier.

Bila berlangsung lama, krisis identitas dapat menyebabkan penurunan kesehatan mental karena Anda melihat kehidupan secara negatif dan berisiko mengalami depresi.

Gejalanya termasuk depresi, putus asa, merasa tidak berharga, kehilangan minat, kelelahan, lekas marah, perubahan nafsu makan atau berat badan, ada masalah dengan konsentrasi, tingkat energi, motivasi, dan tidur.

 

Apakah krisis identitas adalah hal buruk? Tidak selalu.

Sebenarnya, saat orang mulai mempertanyakan banyak hal soal diri sendiri, memang bisa membuat Anda stres, tetapi merupakan hal baik untuk jangka panjang.

Mengenal diri sendiri adalah akan berdampak positif karena membuat Anda bisa beradaptasi dengan perubahan.

Nah, untuk melewati fase ini, ingatlah bahwa ekspektasi dari orang lain bisa memberi pengaruh besar pada perasaan. Namun, jangan biarkan standar masyarakat menentukan siapa Anda.

Hanya karena kelompok usia, jenis kelamin, atau budaya tertentu, tidak berarti harus diikuti jika Anda tidak lagi percaya akan hal tersebut.

Anda pun perlu meluangkan waktu untuk benar-benar melihat ke dalam diri Anda dan tanyakan pada diri sendiri beberapa pertanyaan seperti berikut ini:

  • Sifat dan karakteristik seperti apa yang menentukan diri Anda?
  • Jika Anda mengalami perubahan besar dalam hidup, bagaimana keadaannya sekarang? Apakah Anda puas dengan perubahan ini? Bagaimana Anda bisa mengatasi hal-hal baru ini?
  • Apa minat dan hobi Anda? Apakah ada halangan melakukannya?
  • Apa yang membuat Anda senang?

Sadarilah bahwa Anda tak harus memiliki pekerjaan, hubungan, atau kehidupan sempurna. Akan tetapi jika Anda tidak melakukan sesuatu yang memberi kepuasan, mungkin ini alasan mengapa Anda mengalami krisis identitas.

Anda mungkin menemukan kepuasan dalam menjadi sukarelawan, mencoba hobi baru, berhubungan dengan orang lain, atau sejumlah hal lain di luar pekerjaan Anda.

Bila dibutuhkan, mintalah dukungan dari teman, pasangan atau anggota keluarga untuk membantu mengatasi perubahan besar, stres, atau masalah identitas.

Jangan pernah merasa takut untuk meminta bantuan. Perubahan besar dalam hidup dapat terasa menakutkan, tetapi Anda tentu bisa melewatinya. [Dian]

Advertisement
Advertisement