Penyebab Orang Menjadi Lesbi atau Gay Menurut Penelitian Ilmiah
3 min read
JAKARTA – Orientasi seksual masih menjadi topik yang sering diperbincangkan di masyarakat. Salah satu hal yang kerap menimbulkan pertanyaan adalah mengapa seseorang bisa memiliki ketertarikan kepada sesama jenis, baik laki-laki kepada laki-laki maupun perempuan kepada perempuan.
Dalam istilah umum, laki-laki yang tertarik secara emosional, romantis, atau seksual kepada laki-laki disebut gay. Sementara itu, perempuan yang memiliki ketertarikan kepada sesama perempuan dikenal sebagai lesbian.
Lantas, apa sebenarnya penyebab seseorang menjadi gay atau lesbian menurut sains? Apakah hal tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, atau pengalaman hidup?
Dikutip dari berbagai sumber, berikut penjelasan mengenai faktor-faktor yang diteliti dalam perkembangan orientasi seksual seseorang.
1. Faktor Genetik atau Keturunan
Faktor genetik menjadi salah satu hal yang diteliti para ilmuwan untuk memahami perkembangan orientasi seksual manusia. Penelitian menunjukkan bahwa genetik dapat memiliki hubungan dengan orientasi seksual seseorang.
Namun, bukan berarti ada satu gen tertentu yang secara langsung menentukan seseorang menjadi gay atau lesbian. Orientasi seksual merupakan sesuatu yang kompleks dan tidak bisa dijelaskan hanya melalui faktor keturunan.
Artinya, seseorang tidak otomatis memiliki orientasi seksual tertentu hanya karena orang tua atau anggota keluarganya memiliki orientasi seksual yang sama.
2. Faktor Hormon dan Perkembangan Sebelum Lahir
Selain genetik, perkembangan biologis sejak dalam kandungan juga menjadi salah satu bidang penelitian mengenai orientasi seksual.
Para peneliti mempelajari kemungkinan adanya pengaruh hormon, khususnya hormon yang berperan dalam perkembangan janin sebelum dilahirkan. Kondisi biologis selama masa kehamilan diduga dapat berhubungan dengan perkembangan karakteristik tertentu, termasuk aspek yang berkaitan dengan orientasi seksual.
Meski begitu, penelitian mengenai hubungan hormon dan orientasi seksual masih terus berkembang. Belum ada bukti yang cukup untuk menyimpulkan bahwa kondisi hormon tertentu menjadi penyebab langsung seseorang memiliki orientasi seksual tertentu.
3. Faktor Perkembangan Biologis
Perkembangan biologis manusia juga menjadi bagian dari penelitian mengenai orientasi seksual.
Sejumlah penelitian mencoba memahami bagaimana perkembangan otak dan sistem biologis manusia berhubungan dengan ketertarikan emosional maupun seksual. Proses tersebut diperkirakan melibatkan berbagai faktor yang saling berkaitan.
Namun, hingga saat ini belum ditemukan satu pola perkembangan biologis yang bisa digunakan untuk menentukan orientasi seksual seseorang secara pasti.
4. Faktor Lingkungan dan Pengalaman Sosial
Lingkungan keluarga dan pengalaman sosial juga menjadi hal yang pernah diteliti dalam kaitannya dengan orientasi seksual seseorang. Beberapa penelitian mencoba melihat apakah pengalaman masa kecil, hubungan dengan orang tua, hingga pengalaman traumatis memiliki hubungan dengan ketertarikan kepada sesama jenis.
Salah satu penelitian yang dilakukan oleh tim Kinsey Institute melibatkan hampir 1.000 orang homoseksual dan 500 orang heteroseksual. Penelitian tersebut mengamati berbagai kemungkinan faktor psikologis, seperti hubungan dengan orang tua, pengalaman seksual saat kecil, hingga hubungan dengan teman sebaya.
5. Tidak Termasuk Gangguan Mental atau Penyakit Kejiwaan
Hal penting yang perlu diketahui adalah homoseksualitas bukanlah penyakit atau gangguan mental.
American Psychological Association (APA) menjelaskan bahwa ketertarikan kepada sesama jenis merupakan salah satu bentuk orientasi seksual manusia. Orientasi seksual sendiri mencakup ketertarikan secara emosional, romantis, maupun seksual kepada orang lain.
Karena itu, homoseksualitas tidak tepat dianggap sebagai penyakit yang harus disembuhkan. Stigma dan diskriminasi justru dapat memberikan dampak buruk terhadap kondisi psikologis seseorang.
Berdasarkan penelitian ilmiah, belum ada satu penyebab pasti yang menjelaskan mengapa seseorang memiliki orientasi seksual sebagai gay atau lesbian. Faktor genetik, hormon, dan perkembangan biologis menjadi beberapa hal yang terus diteliti.
Sementara itu, lingkungan sosial dan pengalaman hidup dapat memengaruhi cara seseorang memahami serta mengekspresikan dirinya. Dengan demikian, orientasi seksual merupakan hal yang kompleks dan tidak bisa disederhanakan hanya karena faktor pergaulan, pola asuh, ataupun keturunan. []
