April 23, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Peringati Migrant Day, BP2MI Akan Kumpulkan PMI di GBK

2 min read
Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani (Foto dok. BP2MI)

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani (Foto dok. BP2MI)

JAKARTA – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, meninjau lokasi rencana hari peringatan Migrant Days pada Kamis, (2/11/2023).

Benny bersama jajaran BP2MI tengah mempersiapkan mega event tersebut dengan serius. Hal  ini tak lepas dari rencana undangan yang akan disebar ke ribuan pekerja migran untuk hadir dalam acara yang bakal digelar di lokasi Tenis Indoor, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, 18 Desember 2023 mendatang.

”Tempat ini nanti akan dijadikan sebagai tempat peringatan hari pekerja migran Indonesia. Untuk tahun ini akan kita laksanakan di Tenis Indoor Senayan, karena kapasitas yang akan dihadirkan juga cukup banyak sekitar 4500 orang,”  ujarnya.

Acara yang berlokasi di GBK Jakarta tersebut menyoroti ribuan pekerja migran Indonesia yang telah purna dan kembali ke tanah air setelah menjalani pengalaman di luar negeri.

“Dan mereka yang akan hadir itu nanti Kawan Pekerja Migran Indonesia se-Indonesia. Kemudian juga Perwira (Pekerja Migran Indonesia Purna) dari wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” tutur Benny menjelaskan.

Benny juga berharap dengan adanya acara ini bisa mendorong kondisi ekonomi para Perwira (Perkumpulan Wirausaha Pekerja Migran Indonesia).

“Nanti juga acara ini akan kita isi dengan berbagai kegiatan yang lebih mendorong pemberdayaan ekonomi para Perwira. Antara lain dorongan untuk para Perwira PMI agar mendapat bantuan modal usaha, fasilitas pemasaran produk-produk usaha, dan fasilitas manajemen-manajemen mitra usaha,” kata Benny kepada awak media yang hadir.

Selain menjadi ajang perayaan, Migrant Days juga menyoroti isu-isu yang dihadapi oleh pekerja migran, termasuk perlindungan hak, kesejahteraan, dan rencana aksi untuk memperbaiki kondisi mereka. Terutama untuk kerja-kerja BP2MI yang tidak hanya berbicara soal penempatan, pencegahan, tapi juga pelindungan menyeluruh.

”Jadi kita ingin BP2MI tidak hanya berbicara tentang bagaimana penempatan, bagaimana berbicara tentang pencegahan, tapi yang dimaksud pelindungan itu pelindungan secara ekonomi, pelindungan secara sosial, dan pelindungan hukum,” ujar Benny.

Pelindungan tiga dimensi mudah-mudahan bisa diwujudkan BP2MI sesuai tugas fungsinya, sebagaimana mandat Undang-undang 18 tahun 2017, tambah Benny.

Dalam penutupnya Benny berharap acara ini akan dihadiri oleh Bapak Presiden Republik Indonesia bersama dengan pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat lainnya. ini diharapkan memberikan sorotan penting terhadap peran serta kontribusi pekerja migran dalam pembangunan negara, serta menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan perlindungan dan dukungan bagi sang Pahlawan Devisa. []

Advertisement
Advertisement