Perusahaan Korea Butuh Ribuan Pekerja Indonesia

Prime Banner

SEOUL– Investasi dari Korea Selatan di Indonesia tengah mengalami masa ekspansif belakangan. Bagi nusantara sendiri, hadirnya investasi dari Negeri Gingseng ini membawang keuntungan tersendiri dalam penyerapan tenaga kerja. Ribuan lapangan kerja untuk para tenaga kerja terampil dibutuhkan.

Kebutuhan tenaga kerja terampil Indonesia yang demikian besar diakui sendiri Lotte Chemical Corporation. Perusahaan yang menginvestasikan US$3,5 miliar untuk membangun pabrik petrokimia di Indonesia ini membutuhkan setidaknya 1000 sarjana kimia  dari Indonesia.

Industrial Bank of Korea (IBK) juga menyatakan membutuhkan tenaga kerja Indonesia untuk menduduki jabatan manajerial, serta staf tingkat menengah dan tinggi di berbagai bidang di perusahaan yang akan berekspansi di Indonesia. Pasalnya pada pertengahan tahun ini, IBK akan mengakuisisi Bank Agris dan Bank Mitraniaga.

Job fair pun diadakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul guna menyosialisasikan kebutuhan perusahaan Korea Selatan yang amat besar ini.  Job fair  diadakan guna menjaring para mahasiswa yang potensial untuk bisa mengisi kebutuhan tenaga kerja Indonesia bagi perusahaan-perusahaan Korea Selatan tersebut.

Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi, saat membuka program ini menyampaikan harapannya agar perusahaan maupun peserta mahasiswa Indonesia yang berpartisipasi dapat memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin.

“Keduanya mempunyai ketertarikan yang sejalan. Para perusahaan tersebut dapat memperoleh tenaga kerja andal yang sudah memahami bahasa, budaya, kebiasaan dan etos kerja Korea sekaligus memahami pasar Indonesia,” tutur dubes dalam rilis resminya, Jumat (17/05/2019), di Seoul.

Selain Lotte Chemical Corporation dan IBK, perusahaan lain seperti OCI (industri kimia dan energi), CJ Logistic, dan LG International juga turut terlibat dalam kegiatan job fair ini.

Untuk diketahui, pada tahun 2018 kemarin saja nilai investasi dari Korea Selatan di Indonesia mencapai US$1,6 miliar. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), jumlah tersebut merupakan investasi untuk 2.412 proyek di nusantara. Besaran investasi tersebut menempatkan Korea Selatan sebagia negara terbesar keenam yang menanamkan investasinya di Indonesia pada tahun kemarin.

Secara keseluruhan, total investasi asing yang masuk ke Indonesia pada periode yang sama tercatat sebesar US$29,31 miliar. Diperkirakan dengan investasi yang masuk, tercipta lapangan kerja untuk 490,4 ribu tenaga kerja Indonesia.

Job fair  yang diselenggara oleh KBRI untuk Seoul ini sendiri ini merupakan program perdana dalam rangka diplomasi ekonomi sekaligus promosi tenaga profesional Indonesia. Diharapkan lewat program ini, para tenaga kerja terampil tersebut dapat tersalur ke berbagai perusahaan multinasional Negeri Gingseng. Program yang sama dijanjikan akan terus dilanjutkan ke depannya.

“Ya, kami akan melaksanakan kegiatan ini secara berkala, setidaknya dua kali setahun,” janji Dubes Umar yang.

Kebutuhan akan tenaga profesional Indonesia yang memiliki kemampuan bahasa Korea dan pengetahuan budaya kerja Korea memang terus meningkat seiring dengan peningkatan investasi perusahaan Korea di Indonesia.

Saat ini terdapat tak kurang dari 1.700 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Korea Selatan. Ratusan dari mereka diwisuda tiap tahunnya. Jika data ini dikelola dengan baik, diyakni dubes, ini akan menjadi sumber tenaga kerja yang luar biasa.[]

You may also like...

1 Response

  1. Eko Nugroho says:

    Good job