August 12, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

PMI yang Sudah Divaksin Booster, Saat Pulang Hanya Karantina 3 Hari, yang Belum Sampai Booster, Begini Aturan Karantinanya

2 min read

SURABAYA – Ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) kembali mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Senin (28/02/2022). Para pahlawan devisa itu datang dari Brunei Darussalam. Total PMI yang pulang pada gelombang ketiga ada 211 orang.

Mereka menjalani karantina di Asrama Haji Sukolilo dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Jalan Ketintang. Ratusan PMI itu dikelompokkan berdasar status vaksinasi. Mereka yang sudah divaksin dosis ketiga (booster) akan lebih cepat dipulangkan ke daerah asal. Sedangkan yang belum divaksin atau masih dosis satu karantina dilakukan tujuh hari.

Kepala UPT Asrama Haji Sukolilo Sugianto mengatakan, ada perbedaan karantina yang awalnya selama tujuh hari. Sekarang dibagi berdasarkan vaksinasi. Aturan tersebut dari Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 7 tahun 2022 tentang prokes perjalanan luar negeri pada masa pandemi Covid-19.

“Kalau sudah divaksin D1 (dosis satu) atau belum divaksin, menjalani karantina tujuh hari. Yang sudah dosis dua karantina lima hari. Sedangkan yang sudah dosis tiga karantina tiga hari. Jadi, lebih cepat karantinanya,” kata Sugianto, Selasa (01/03/2022).

Jumlah PMI yang dikarantina di Asrama Haji Sukolilo ada 109 orang. Tujuh orang di antaranya positif Covid-19 sehingga dirawat di RSUD dr Soetomo. Sedangkan sisanya 102 orang menjalani karantina di Asrama Haji Sukolilo.

Sugianto menjelaskan, pekerja migran yang belum vaksin satu orang. Sedangkan yang sudah vaksin dosis dua ada 19 orang dan dosis tiga ada 82 orang. “Vaksin untuk kekebalan. Jadi, mereka tidak perlu lama-lama karantina. Lebih cepat dan singkat,” paparnya.

PMI tersebut menempati Gedung C2 sebanyak 43 orang. Gedung D2 ditempati 38 orang. Gedung E1 ada 21 orang. “Di gelombang ketiga kedatangan PMI ini ada empat gedung. Tiga unit digunakan. Sisanya kosong,” ujarnya.

Ia menyebut saat ini seluruh PMI dalam kondisi sehat. Pihak asrama haji menyediakan klinik agar bisa dimanfaatkan berobat. “Secara umum aman-aman saja. Saya pantau di klinik tidak ada pasien,” katanya. []

Sumber JPNN

Advertisement
Advertisement