December 4, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Potensi Penderita Meninggal 30-60%, Jamur Candida Auris Mewabah di Hong Kong

2 min read
Prime Banner

HONG KONG – Rumah sakit-rumah sakit di Hong Kong tengah serius menghadapi wabah Candida auris atau infeksi jamur yang sudah menyebar luas di masyarakat.

Kepala petugas pengendalian infeksi rumah sakit, Dr Raymond Lai pada Jumat (23/10/2020) menuturkan, wabah tersebut mengkhawatirkan karena benalu super itu resistan terhadap obat.

Artinya mereka yang terinfeksi berpotensi fatal. Dari laporan South China Morning Post, sejauh ini sudah ada 136 kasus di Hong Kong sejak awal tahun. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding 20 kasus untuk keseluruhan 2019.

Jika telah terinfeksi, pasien memiliki kemungkinan antara 30 dan 60 persen untuk meninggal, tergantung pada bagian tubuh mana yang terinfeksi. Otoritas kesehatan sendiri tidak mengatakan berapa banyak kasus tahun ini yang terbukti fatal.

“Kami berharap bisa mengendalikan jamur di rumah sakit dan panti jompo agar tidak menyebar ke masyarakat,” ujar Lai

Ia mengatakan rumah sakit umum kekurangan fasilitas isolasi karena pandemi Covid-19, sehingga potensi peningkatan kasus semakin tinggi. “Beberapa rumah sakit tidak memiliki ruang isolasi di bangsal umum mereka, sehingga mereka hanya dapat menempatkan pasien Candida auris di sudut bangsal ini sebagai tindakan pencegahan, yang dapat meningkatkan kemungkinan infeksi silang,” jelas Lai.

Sejauh ini, kasus-kasus lokal terutama berasal dari panti jompo dan rumah sakit di klaster Kowloon West, termasuk di Rumah Sakit Princess Margaret, Rumah Sakit Lantau Utara, dan Rumah Sakit Yan Chai.

Pasien Candida auris yang diketahui saat ini berusia antara 21 hingga 101 tahun, hampir 80 persen di antaranya berusia 60 tahun ke atas. Infeksi biasanya ditemukan di rongga mulut, saluran pencernaan, kulit dan vagina, serta dapat bervariasi dari yang ringan hingga yang mengancam jiwa, tergantung pada kesehatan pasien dan bagian tubuh mana yang terinfeksi.

Lai mengatakan infeksi dapat dengan mudah menyebar di rumah sakit dan panti jompo, melalui pengelupasan kulit, dan patogen dapat bertahan di lingkungan selama berpekan-pekan. Orang-orang yang lebih rentan terhadap penyakit ini termasuk pasien yang mengalami gangguan sistem imun, mereka yang menjalani operasi besar, atau telah dirawat di rumah sakit dalam waktu yang lama. Untuk melindungi dari penyebaran superbug itu, petugas kesehatan akan menggunakan peralatan medis terpisah untuk semua pasien.

Saat ini pasien perlu berbagi peralatan medis, tetapi kami bertujuan untuk memiliki peralatan terpisah untuk setiap pasien dan mencegah infeksi silang di antara mereka,” lanjut Lai. Meski mengkhawatirkan, Lai mengatakan situasi wabah saat ini masih belum begitu serius. []

Sumber SCMP

Advertisement