Presiden Mengarahkan Agar Kualitas Pelindungan PMI Sebelum, Selama, dan Setelah Bekerja Terus Ditingkatkan
2 min read
JAKARTA – Sekretaris Jenderal Kementerian P2MI Dwiyono menerima audiensi dari Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta Selatan, Selasa (13/01/2026).
Pertemuan ini merupakan bentuk kerja sama dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas calon pekerja migran Indonesia melalui pendidikan vokasi dan peningkatan keterampilan guna mengoptimalkan penempatan pekerja migran Indonesia terampil.
Sekjen Dwiyono dalam arahannya menegaskan, bahwa transformasi kelembagaan Kementerian P2MI merupakan komitmen pemerintah untuk membangun tata kelola yang terpusat dan berkelanjutan.
“Transformasi pelindungan pekerja migran Indonesia dilaksanakan melalui penguatan peran Kementerian P2MI agar penanganan pekerja migran Indonesia dapat dilakukan secara profesional dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
Ia menyampaikan arahan Presiden Republik Indonesia yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelindungan dan kapasitas calon pekerja migran Indonesia.
“Presiden mengarahkan agar kualitas pelindungan pekerja migran Indonesia sebelum, selama, dan setelah bekerja terus ditingkatkan, termasuk melalui pendidikan vokasi dan peningkatan keterampilan calon pekerja migran Indonesia agar mampu mengisi peluang kerja global,” tambahnya.
Disampaikan pula bahwa Indonesia tengah berada pada masa bonus demografi hingga tahun 2035, sementara sejumlah negara tujuan mengalami kekurangan tenaga kerja akibat aging population.
Kondisi tersebut, lanjut Sekjen Dwiyono dapat membuka peluang besar bagi penempatan pekerja migran Indonesia terampil dan berkelanjutan guna mendukung pembangunan nasional dan kebutuhan global.
Sebagai tindak lanjut arahan Presiden, pemerintah menyiapkan quick win 2025–2026 dengan target 500.000 tenaga kerja melalui program SMK Go Global, yang menghubungkan pendidikan vokasi dan penempatan kerja luar negeri, memperkuat pelatihan dan sertifikasi sesuai kebutuhan negara tujuan, serta mendorong sinergi lintas kementerian dan industri untuk penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia.
Sementara itu, Rektor Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) Asep Saefuddin, menyampaikan bahwa UICI sebagai kampus digital siap mendukung agenda peningkatan kapasitas pekerja migran Indonesia melalui pendidikan berbasis teknologi.
“Kami mengembangkan sistem pembelajaran digital yang memungkinkan mahasiswa belajar tanpa dibatasi ruang dan waktu. Model ini sangat relevan bagi Pekerja Migran Indonesia yang ingin bekerja sekaligus melanjutkan pendidikan,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa saat ini telah ada pekerja migran Indonesia yang menempuh pendidikan di UICI dan tersebar di berbagai negara penempatan.
UICI menawarkan pembelajaran digital berbasis kecerdasan buatan (AI), sistem flexible learning, serta program unggulan seperti Satu Desa Satu Sarjana. Selain itu, UICI memiliki Konseling Center yang mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan Pekerja Migran, serta jejaring mitra internasional di lebih dari 100 negara.
Audiensi ini menghasilkan kesepakatan awal untuk menindaklanjuti kerja sama melalui penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian P2MI dan UICI.
Ke depan, kedua pihak akan mengembangkan program kolaboratif pendidikan dan pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia dan pekerja migran Indonesia, termasuk pendidikan digital, vokasi, layanan konseling psikologi, serta penguatan literasi migrasi aman yang terintegrasi dengan kebutuhan penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mendukung penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan nasional berbasis migrasi yang berkelanjutan. []
