February 19, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Pulang Menjadi PMI, Paryatun Memilih Mencari Jezeki di Kampung Sendiri

3 min read

JAKARTA – Dari awal yang sederhana, mantan pekerja migran, Paryatun (27) kini telah berhasil mengelola usaha kue kering yang terus berkembang dan selalu ramai pesanan menjelang perayaan Lebaran.

Di tempat produksinya yang terletak di rumahnya di Dusun Putat, Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, tampak sejumlah pekerja yang sibuk membuat berbagai kue kering untuk memenuhi permintaan konsumen pada momen spesial ini.

Paryatun memulai usaha kue kering bernama Arya Cookies sejak tahun 2020 dan hingga saat ini usahanya tetap kokoh berdiri.

Sebelum memulai bisnis tersebut, Paryatun belajar secara mandiri melalui media sosial setelah pulang dari Malaysia di mana ia bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Perempuan yang saat ini sudah menjadi ibu satu anak ini menceritakan perjalanan hidupnya. Begitu lulus dari sekolah, ia langsung terjun ke dunia kerja sebagai PMI pada tahun 2017.

Namun, tak lama kemudian, sekitar dua tahun kemudian, ia dipulangkan ke tanah air karena pabrik tempatnya bekerja mengalami penutupan.

“Di situlah saya mikir, putar otak bagaimana bisa punya uang. Pas itu momennya mau Lebaran jadi ya coba-coba dulu. Alhamdulillah masih berjalan sampai sekarang,” ucapnya dengan penuh syukur pada Selasa (16/2/2026).

Setelah belajar secara otodidak, dia mulai memproduksi kue kering dan membagikannya kepada tetangga.

Respon positif dari tetangga membuatnya semakin yakin untuk memasarkan produknya secara lebih luas.

Awalnya, Paryatun menargetkan pasar para pekerja migran yang mungkin merindukan cita rasa rumah ketika menjelang Lebaran. Seiring berjalannya waktu, permintaan mulai meningkat.

“Dari awalnya puluhan toples kue kering, pemesanan dari konsumen terus meningkat seiring berjalannya waktu,” jelas Paryatun.

Dia mencatat bahwa pemesanan kue kering biasanya mengalami lonjakan menjelang Lebaran.

Pada Lebaran tahun lalu saja, ia berhasil menjual sekitar 9.000 toples kue kering.

“Tahun ini alhamdulillah sudah masuk 8.000 toples. Untuk pengiriman paling jauh ini ke Jepang,” ungkapnya bangga.

Pelayanan pemesanan dibuka tiga bulan sebelum Lebaran dan ditutup dua minggu sebelum hari raya tiba.

Saat ini, Arya Cookies memiliki lebih dari 30 varian kue kering yang diproduksi dengan bantuan sepuluh pekerja.

Keberhasilan Paryatun dalam menjalankan usaha ini bukan hanya sekadar kebetulan semata.

Proses belajar yang dilaluinya sangat berharga dan menjadi pengalaman berharga baginya dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia bisnis kuliner.

Dalam perjalanan usahanya, banyak pelajaran yang dapat diambil tentang ketekunan dan kreativitas.

Kehadiran Arya Cookies tidak hanya memberikan alternatif bagi masyarakat dalam memilih camilan khas Lebaran, tetapi juga menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh para pengusaha lokal di Indonesia.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya produk lokal berkualitas tinggi, peluang bagi pelaku usaha seperti Paryatun semakin terbuka lebar.

Dengan berbagai varian rasa dan kemasan menarik, setiap toples kue kering Arya Cookies tidak hanya menawarkan cita rasa lezat tetapi juga kualitas yang terjamin.

Hal ini tentu saja menjadi nilai tambah bagi konsumen yang mencari produk terbaik untuk merayakan hari raya bersama keluarga tercinta.

Paryatun mengungkapkan bahwa salah satu alasan keberhasilannya adalah keinginan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk.

Dia percaya bahwa inovasi adalah salah satu kunci utama untuk bertahan di pasar yang kompetitif ini.

“Saya terus mencari resep baru dan cara-cara kreatif untuk menarik minat konsumen agar produk saya tetap relevan,” ujarnya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa momen Lebaran menjadi peluang emas bagi para pelaku usaha kuliner seperti Paryatun untuk meningkatkan penjualan mereka secara signifikan.

Dalam situasi seperti ini, strategi pemasaran online menjadi sangat penting untuk menjangkau lebih banyak konsumen potensial.

Paryatun pun memanfaatkan platform media sosial sebagai sarana promosi efektif untuk memperkenalkan produknya kepada khalayak luas.

Selain itu, interaksi langsung dengan pelanggan melalui media sosial juga memberikan manfaat tambahan berupa feedback langsung mengenai produk yang dijual.

Dengan demikian, Paryatun dapat melakukan evaluasi dan perbaikan pada produk atau layanan yang ditawarkan berdasarkan masukan konsumen.

Berkat kerja keras dan dedikasinya dalam menjalankan usaha ini, kini Arya Cookies telah dikenal luas di kalangan masyarakat sekitar bahkan hingga luar daerah. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply