Pulang Pensiun Jangan Hanya Bawa Uang, Pemerintah Bekali PMI Literasi Kewirausahaan
2 min read
JAKARTA – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menggelar pelatihan keterampilan menjahit bagi 30 Pekerja Migran Indonesia di wilayah akreditasinya. Program ini bertujuan membekali Pekerja Migran dengan keterampilan produktif dan kemampuan mengelola keuangan sebagai bekal membangun usaha mandiri setelah kembali ke Indonesia.
Pelatihan yang diselenggarakan melalui Staf Teknis Ketenagakerjaan/Pelindungan Pekerja Migran Indonesia KJRI Jeddah itu resmi dibuka oleh Konsul Jenderal RI Jeddah, Sugiri Suparwan, pada 25 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung Pelayanan Terpadu KJRI Jeddah.
Para peserta mendapatkan materi praktis, mulai dari teknik mengukur, membuat pola, dan menjahit hingga manajemen keuangan keluarga.
Dalam sambutannya, Sugiri menekankan pentingnya pembekalan keterampilan teknis (hard skill) dan keterampilan nonteknis (soft skill) bagi Pekerja Migran. Menurut dia, Pekerja Migran perlu mempersiapkan diri agar tidak hanya bergantung pada penghasilan bulanan selama bekerja di luar negeri, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara mandiri setelah kembali ke Tanah Air.
“Masa depan yang sejahtera harus disiapkan sejak dini. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa waktu yang dihabiskan rekan-rekan di Arab Saudi tidak hanya menghasilkan pendapatan, tetapi juga kapasitas dan modal keterampilan untuk membangun usaha mandiri di kampung halaman,” ujar Sugiri.
Staf Teknis Ketenagakerjaan/Pelindungan Pekerja Migran Indonesia KJRI Jeddah menambahkan, program tersebut dirancang sejalan dengan visi pelindungan komprehensif pemerintah Indonesia, yang mencakup pelindungan sebelum, selama, dan setelah Pekerja Migran bekerja di luar negeri.
“Kemandirian ekonomi adalah benteng perlindungan terbaik bagi Pekerja Migran dan keluarganya. Ketika Pekerja memiliki usaha mandiri yang produktif di tanah air, mereka memiliki pilihan yang lebih baik untuk tidak kembali menjadi Pekerja Migran di masa depan,” ungkap Staf Teknis Ketenagakerjaan/Pelindungan Pekerja Migran Infdonesia KJRI Jeddah.
Dibekali Keterampilan dan Perencanaan Usaha
Para peserta menyambut antusias pelaksanaan pelatihan tersebut. Selain memperoleh bimbingan teori dan praktik langsung dari instruktur berpengalaman, mereka juga dibimbing menyusun rencana bisnis sederhana.
Peserta turut mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan dan pengelolaan keuangan keluarga. Materi tersebut diharapkan dapat membantu Pekerja Migran mempersiapkan kondisi ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan setelah menyelesaikan masa kerja di Arab Saudi.
Pelatihan keterampilan ini direncanakan berlangsung dalam tiga sesi, yakni pada 23 Oktober, 30 Oktober, dan 6 November 2026. Dalam pelaksanaannya, KJRI Jeddah menggandeng Pengurus PCINU Muslimat Arab Saudi sebagai penyedia instruktur.
Ke depan, alumni pelatihan yang dinilai potensial juga akan mendapatkan akses ke pelatihan lanjutan dan pendampingan (mentoring). Pendampingan tersebut ditujukan untuk membantu Pekerja Migran mempersiapkan diri hingga mampu bertransisi menjadi wirausahawan setelah kembali ke Indonesia.
Melalui program ini, KJRI Jeddah berupaya mendorong pemberdayaan Pekerja Migran agar tidak hanya memperoleh penghasilan selama bekerja di luar negeri, tetapi juga memiliki keterampilan dan bekal usaha untuk membangun kemandirian ekonomi setelah purna kerja.[]
