January 20, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Puluhan Kendaraan Pemudik Gagal Masuk Ponorogo

1 min read
Feature Image Puluhan Kendaraan Pemudik Gagal Masuk Ponorogo (Foto Istimewa)

Feature Image Puluhan Kendaraan Pemudik Gagal Masuk Ponorogo (Foto Istimewa)

Prime Banner

PONOROGO – Upaya untuk melakukan pencegahan wabah COVID-19 di Bumi Reog agar tidak semakin meluas dan bertambah parah lagi terus gencar dilakukan. Salah satunya adalah dengan menolak masuknya pemudik.

Pantauan media di perbatasan Ponorogo Jawa Tengah di titik desa Biting Kecamatan Badegan Jawa Timur, yang berbatasan langsung dengan wilayah Purwantoro Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah, dalam beberapa jam, puluhan kendaraan ber nopol Jakarta, Bandung, Jogja, Semarang, Purwokerto dan beberapa kota asal pemudik lainnya terjaring razia petugas.

Petugas gabungan dari Kepolisian Resort Ponorogo didukung dengan TNI dan Satuan Tugas Gugus COVID-19 bahu membahu melakukan screening dan pencegahan wabah corona di perbatasan Ponorogo tersebut.

Kapolres Ponorogo, AKBP Arief Fitrianto mengatakan, pihaknya terus melakukan pemeriksaan dan pengecekan setiap kendaraan yang akan masuk menuju Jatim melalui Ponorogo selama 24 jam penuh.

“Sampai dengan hari ini kami sudah meminta ratusan kendaraan yang di dominasi dari Jakarta untuk putar balik dan tidak masuk wilayah Jawa Timur,” kata Arief, Senin (27/04/2020) siang hari tadi.

Rata-rata kendaraan yang disuruh kembali merupakan mobil pribadi yang memang indikasinya akan melakukan mudik ke kampung halaman. Tapi, tidak semua kendaraan diminta untuk putar balik alias kembali, kendaraan logistik membawa sembako dan kebutuhan pokok lainnya tetap diizinkan lewat.

Bahkan, kendaraan yang berpenumpang akan dilakukan check point, seperti mengecek suhu badan, dan jumlah penumpang jika memang itu warga Ponorogo.

“Sesuai protokol sopir kami minta untuk turun dan disterilisasi melalui bilik disinfektan,” ujar Arief.

Ia mengimbau kepada para pemudik untuk menunda terlebih dahulu keinginan mudinya untuk mencegah penyebaran virus Corona semakin meluas. []

Advertisement
Advertisement