January 17, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Raih Berkah dari Sampah Kain Perca, Bisa Jual Sampai ke Hong Kong dan Singapura

2 min read
-

SURABAYA – Bermula dari banyaknya sampah kain yang dihasilkan dari usaha membuat baju (konveksi) milik sang ibu, Adiiba Dzakiyah Choirunnisa berkeinginan membuat kerajinan home set. Bersama tiga temannya Odilia Ika Auliya, Akmalina Ziadati Sukmaningtyas, keduanya mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), serta Vika Wulandari mahasiswa Manajemen, Adiiba merealisasikan keinginannya.

Kini ketiganya lolos dalam Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI). Program ini adalah salah satu program dari Kemendikbud yang bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional dan mendukung percepatan ekonomi digital. Selain itu program KBMI juga bertujuan mendukung mahasiswa yang memiliki minat di bidang kewirausahaan.

Adiiba menceritakan, ia bersama tiga temannya memanfaatkan kain perca atau kain sisa untuk kerajinan home set. Sudah banyak teman atau saudara yang tertarik dengan karya kerajinan dari kain sisa tersebut.

“Saya membuat beberapa home set bersama ketiga teman dan mencoba ikut KBMI. Alhamdulillah kami lolos dalam kompetisi tersebut,” katanya, kepada Basra, Rabu (03/11/2021).

Diungkapkannya, pada awal membuat kerajinan tersebut, ia sempat mengalami kesusahan dalam memadupadankan kain yang ada agar terlihat cantik. Namun karena terus berusaha akhirnya mereka berhasil memadupadankan warna, sehingga terlihat menarik.

“Kami kemudian mulai yakin bisa membuat kerajinan home set yang indah,” imbuhnya.

Berbekal lem, kain perca serta rangka besi yang kuat, membuat kerajinan home set ini berbeda dari kerajinan lainnya.

“Bahan yang kami gunakan sangat berkualitas, harga jualnya murah tapi tidak murahan dan tidak mudah rusak,” tukasnya.

Home set dari kain perca itu terjual  hingga keluar negeri, di antaranya Hongkong dan Singapura.

“Kami sangat bersyukur bisa menjual sampai manca negara. Untuk Indonesia sudah sampai Aceh hingga Timika,” terangnya.

Adiiba menjelaskan produknya beda dari yang lain lantaran memiliki bahan yang premium namun harganya terjangkau. Selain itu, bentuk home set bisa disesuaikan dengan keinginan konsumen.

“Jadi konsumen bisa memesan bentuknya seperti apa dan hiasannya dikasih apa, sesuai permintaan, dan kami bisa melayani pesanan seperti itu, jadi benar-benar eksklusif,” terangnya.

Dibandrol dengan harga Rp 75 ribu hingga Rp 500 ribu, membuat banyak pelanggan kembali memesan home set yang diinginkan.

“Kami juga memberikan garansi untuk home set jika dalam pengiriman ada yang rusak atau cacat dan tidak sesuai pesanan. Kami akan ganti barang yang baru atau uang kembali. Dengan cara ini banyak pelanggan yang merasa puas dengan pelayanan kami dan Kembali memesan,” ucapnya.

Adiiba menjelaskan pemesanan dilakukan melalui media sosialnya. Adiiba bersama rekannya mengerjakan sesuai order. Artinya jika ada yang pesan, home set baru akan dikerjakan.

“Jadi tidak akan ada yang sama bentuk atau designnya,” pungkasnya. []

Sumber Berita Arek Surabaya

Advertisement
Advertisement