February 20, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ruang dan Tempat Terbatas, Hong Kong Kembangkan Urban Farming di Tengah Kota

2 min read
urban farming in Hong Kong (Foto Istimewa)

urban farming in Hong Kong (Foto Istimewa)

HONG KONG – Di tengah keterbatasan lahan dan tingginya kepadatan penduduk, Hong Kong mengembangkan konsep inovatif dalam bidang pertanian perkotaan.

Kota ini memanfaatkan struktur arsitektur seperti atap bangunan, teras bertingkat, hingga ruang publik sebagai area bercocok tanam.

Konsep urban farming atau pertanian perkotaan di Hong Kong menjadi solusi terhadap tantangan ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Menurut laporan South China Morning Post (SCMP) dan CNN, berbagai proyek kebun atap (rooftop farming) telah berkembang di kawasan komersial maupun residensial.

Model ini memungkinkan produksi pangan dilakukan langsung di pusat kota tanpa perlu membuka lahan baru.

Rooftop Republic dan Transformasi Atap Gedung

Salah satu pelopor gerakan ini adalah Rooftop Republic, organisasi sosial yang mengubah atap gedung menjadi lahan produktif untuk menanam sayuran organik.

Konsep tersebut tidak hanya menghasilkan bahan pangan segar, tetapi juga memberikan berbagai manfaat tambahan, seperti:

– Mengurangi suhu gedung (efek pendinginan alami)

– Meningkatkan kualitas udara

– Mengurangi jejak karbon

– Memperkuat interaksi dan solidaritas komunitas lokal

Dukungan Kebijakan dan Pemanfaatan Ruang Kota

Pemerintah Hong Kong turut mendorong pemanfaatan ruang terbatas melalui kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Area yang sebelumnya tidak terpakai kini dioptimalkan menjadi kebun komunitas, ruang edukasi, hingga lokasi penelitian pertanian berbasis teknologi modern.

Menurut laporan Food and Agriculture Organization (FAO), urban farming berperan penting dalam meningkatkan ketahanan pangan di kota-kota besar. Hong Kong menjadi contoh nyata bagaimana kota padat penduduk tetap dapat memproduksi sebagian kebutuhan pangannya secara lokal.

eknologi Modern: Hidroponik dan Akuaponik

Proyek pertanian perkotaan di Hong Kong juga memanfaatkan sistem hidroponik dan akuaponik.

Teknologi ini memungkinkan:

– Penghematan air secara signifikan

– Pertumbuhan tanaman lebih cepat

– Produksi lebih efisien di ruang terbatas

Dengan pendekatan tersebut, hasil panen tetap optimal meski lahan tanam tidak luas.

Inspirasi bagi Kota Besar Dunia

Pengembangan kebun perkotaan di Hong Kong membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukanlah penghalang untuk membangun sistem pangan berkelanjutan.

Integrasi antara arsitektur modern dan pertanian menghadirkan solusi inovatif yang berpotensi ditiru oleh kota-kota besar lain di dunia.

Ke depan, konsep ini diprediksi semakin berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim.

Sebuah ide cemerlang di tengah keterbatasan lahan, sekaligus solusi aktif untuk masa kini dan masa depan.  []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply