June 13, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Sadis, Agar Tidak Diketahui Istri Majikan, YS Pulang ke Indonesia, Melahirkan Kemudian Membuang Bayinya

2 min read

JAKARTA – Warga kampung Mekarjaya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi digegerkan dengan temuan bayi laki-laki yang diduga baru saja dilahirkan disebuah semak-semak areal perkebunan warga pada Jumat (03/05/2024) petang kemarin oleh pemilik lahan.

Kapolsek Gunungguruh Iptu Iwan Gunawan membenarkan adanya penemuan bayi tersebut. Menurutnya, bayi tersebut ditemukan sekitar pukul 18.15 WIB oleh warga bernama Adi (35 tahun) yang tengah mencari lalapan di kebun.

“Saksi Adi ketika akan mengambil lalaban di kebun, mendengar ada suara tangisan bayi, kemudian mendekati suara tersebut dan ternyata ada bayi yang seperti baru dilahirkan,” ujar Iwan.

“Kemudian setelah penanganan awal oleh bidan, bayi dititipkan atau diserahterimakan kepada Puskesmas Gunungguruh untuk perawatan lebih lanjut sambil menunggu perkembangan selanjutnya,” kata Iwan.

Iwan menyampaikan, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan bidan, bayi tersebut dalam kondisi sehat, normal dan tidak ditemukan luka.

Bayi laki-laki itu juga disebut memiliki berat badan 2,8 kilogram dengan tinggi badan mencapai 48 centimeter.

“Bayi tersebut sehat, lahir dalam keadaan normal dan pada tubuh bayi tidak ada luka apapun,” ucapnya.

Polisi bergerak cepat, hingga pada Minggu (05/05/2024) dinihari, tim dari polsek Gunungguruh berhasil menangkap pelaku di rumahnya.

Setelah dilakukan pendalaman, pelaku pembuang bayi yang merupakan ibu yang melahirkan bayi tersebut berinisial YS (46) yang merupakan seorang pekerja migran Indonesia dari kampung tersebut yang sedang cuti.

YS diketahui dua bulan yang lalu pulang ke kampungnya untuk cuti, dan rencananya akan segera kembali terbang ke luar negeri ke rumah majikannya pada pertengahan bulan ini.

Kepada Polisi, YS mengaku perbuatannya tersebut dilakukan untuk menutupi rasa malu karena telah mengandung bayi hasil hubungan gelap saat dirinya dengan majikan laki-lakinya, serta untuk menjaga perasaan istri majikannya alias majikan perempuan.

Demi hal tersebut YS memilih untuk cuti dan akan kembali lagi ke majikan yang sama rencananya setelah secara fisik dirasa aman usai melahirkan.

Kronologi dugaan pembuangan bayi oleh YS. Diduga dilakukan saat YS tengah berada di pasar Pangleseran dan merasakan kontraksi hingga mau melahirkan.

“Dari hasil penyelidikan sementara, bahwa saat di kawasan pasar Pangleseran, YS ini merasa akan melahirkan, sehingga dirinya langsung menjauh dari kawasan pasar sejauh hampir 1 Kilometer menuju kebun warga dan melahirkan bayi laki-laki sendiri tanpa bantuan medis,” ungkap Kasatreskrim Polres Sukabumi, Kasat Reskrim, AKP Bagus Panuntun.

“Setelah bayi itu lahir, YS menyimpan dan meninggalkan bayi tersebut di semak-semak kebun warga dan bergegas pulang ke rumahnya menggunakan angkot,” terangnya.

Bagus menuturkan, hingga saat ini YS masih diamankan di Polsek Gunungguruh untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Adapun, sang bayi saat ini sudah dibawa pulang oleh bidan yang pertama kali menangani bayi tersebut.

“Asalnya kita titip di puskesmas Gunungguruh, tapi karena banyak yang ingin melihat dan takut terjadi apa apa, bayi dibawa pulang sama bidan sampai besok,” tandasnya.

Sementara itu, YS kini akan berhadapan dengan jerat pasal pidana yang tengah dikaji, dimana sangsi pidana akan menghapus niatnya untuk kembali ke rumah majikan yang telah menyetrumnya. []

 

Advertisement
Advertisement