August 1, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Satgas COVID : Tutup Pintu untuk WNA Demi Lindungi WNI

3 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menerbitkan regulasi yang berisi larangan sementara bagi warga negara asing memasuki wilayah Indonesia, menyusul ditemukannya virus SARS-CoV-2 varian B117 yang bisa menular lebih cepat dibandingkan dengan varian sebelumnya.

Dilansir dari Vivanews, Ketentuan yang tertuang dalam Surat Edaran Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 No.4/2020 secara khusus mengatur pelarangan masuknya warga asing dari semua negara ke Indonesia. Surat edaran ini berlaku sejak 28 Desember hingga 14 Januari 2021.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan dengan surat edaran terbaru tersebut maka regulasi yang mengatur pelaku perjalanan luar negeri dalam SE No. 3 dan addendum SE No. 3 dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan SE No. 4.

Adapun untuk WNA yang tiba pada 28 hingga 31 Desember 2020 tetap menggunakan ketentuan dalam addendum SE No. 3. Regulasi sebelumnya memang mengatur pelarangan masuk WNA, tetapi dalam skala yang terbatas. Addendum Surat Edaran No. 3/2020, khususnya memperketat pengawasan kedatangan pelaku perjalanan Eropa dan Australia, dan melarang WNA Inggris memasuki Indonesia.

“Ketentuan baru dalam SE No.4, secara lebih luas melarang semua warga negara asing untuk memasuki Indonesia, kecuali pemegang izin tinggal diplomatik, izin tinggal dinas dan pemegang kartu izin tinggal terbatas dan kartu izin tinggal tetap,” kata Doni di Jakarta, Selasa (29/12/2020)

Doni menegaskan, larangan sementara WNA memasuki Indonesia semata-mata diputuskan pemerintah untuk melindungi masyarakat dan berlaku untuk sementara. “Sejumlah negara juga diketahui telah memberlakukan ketentuan serupa seperti Jepang. Jadi ini merupakan sebuah langkah umum dalam rangka mencegah dan mengendalikan penularan COVID-19,” katanya.

Adapun pelaku perjalanan WNI dari seluruh negara asing yang memasuki Indonesia, baik secara langsung maupun transit di negara asing, harus menunjukkan hasil negatif melalui tes RT-PCR di negara asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC Internasional Indonesia.

“Para pelaku perjalanan baik WNI maupun WNA yang dikecualikan sehinga diperbolehkan memasuki Indonesia pada saat kedatangan dilakukan tes ulang RT-PCR dan diwajibkan menjalani karantina selama 5 hari,” katanya.

Ketentuan ini berlaku bagi WNI di tempat akomodasi karantina khusus yang telah disediakan oleh pemerintah dan bagi WNA di tempat akomodasi karantina dengan biaya mandiri (hotel/penginapan) yang telah mendapatkan sertifikasi Kementerian Kesehatan.

Dalam hal hasil pemeriksaan ulang RT-PCR pada saat kedatangan menunjukkan hasil positif maka dilakukan perawatan di rumah sakit bagi WNI dengan biaya ditanggung oleh pemerintah dan bagi WNA dengan biaya mandiri. Sejauh ini, pemerintah telah menyediakan 17 hotel dengan kapasitas 3.570 kamar sebagai tempat isolasi mandiri.

Sebelumnya, Dilansir dari Indopolitika, Ratusan warga negara asing (WNA) terlihat berkerumun di area kedatangan Terminal 3. Kondisi tersebut secara langsung sangat disesalkannya.

Sebab, kehadiran para WNA tersebut bukan hanya beresiko tinggi membawa virus corona dari luar negeri, tetapi juga mereka tidak mengindahkan protokol kesehatan, khususnya menjaga jarak.

Karuan saja, postingan itu mendapat respons beragam dari warganet termasuk anggota DPR RI, Fadli Zon, karena baru saja pemerintah melarang WNA Kunjungi Indonesia.

“Siapa ini yg menyebabkan kerumunan shg bisa melanggar protokol kesehatan?,” tulis Fadli Zon lewat akun twitternya @fadlizon pada Selasa (29/12/2020).

“Mumpung blom ditutup pintunya. Lagian menlu retno ada ada aja, katanya bakal nutup akses internasional masuk ke Indonesia krn covid varian baru, tp nutupnya nunggu tgl 1 januari,” tulis @mdptyo.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengambil kebijakan untuk menutup sementara akses masuk ke Indonesia. Hal ini dilakukan menyusul adanya strain baru covid-19, yang menurut berbagai data ilmiah memiliki tingkat penyebaran yang lebih cepat.

Keputusan tersebut kata Retno disetujui dalam rapat terbatas bersama Presiden Jokowi pada Senin (28/12/2020).

“Menyikapi hal tersebut, rapat terbatas tanggal 28 Desember 2020 memutuskan untuk menutup sementara. Saya ulangi, untuk menutup sementara dari tanggal 1 sampai 14 Januari 2021 masuknya warga negara asing atau WNA dari semua negara ke Indonesia,” ujar Retno dalam jumpa pers, Senin (28/12/2020). []

Advertisement
Advertisement