November 28, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Sedih, Ketika Seorang PMI Ngamuk “Kesandung” Fakta di Bandara

2 min read
Prime Banner

JAKARTA – Seorang Ibu-Ibu viral terekam kamera lantaran mengamuk di Bandara Soekarno Hatta. Menyimak isinya, ibu-ibu tersebut ternyata seorang pekerja migran Indonesia yang hendak berangkat ke negara penempatan.

Menyimak unggahan akun Twitter @jusdalle, dalam video yang berdurasi 2 menit 20 detik tersebut PMI tersebut mengamuk lantaran  lantaran gagal berangkat akibat ketidaksesuaian jadwal hasil swab test sebagai syarat untuk ke luar negeri.

“Apa kalian penjabat pada ngerti semua, selama tujuh bulan saya diam di rumah tidak pernah kemana-mana kita harus makan. Anak-anak harus makan kita tulang punggung keluarga selama tujuh bulan diam di rumah tidak pernah kemana-mana. Ayo lawan saya, sekarang suruh ke sini presiden Jokowi kalau emang mau membantu rakyat,” kata PMI yang tidak diketahui namanya dalam video tersebut.

Dalam video tersebut, ia merasa keberatan apabila tidak bisa berangkat ke tempat majikannya.

“Saya tahu, saya sudah sabar sekarang harus balik lagi ke Tasik, balik kampung berapa, ongkos mobilnya berapa. Sekarang tiket sudah mepet jam 11.00 majikan sudah nunggu di sana. Jokowi mana sini sok turun ke sini lawan saya,” kata si perempuan.

“Saya sudah sabar tujuh bulan makanan tidak ada yang ngasih. Ayo lawan TKW, TKW itu yang ngasih dana, kalian itu dibayar sama siapa, sama TKW. Saya yang susah, masih saja dipersulit,” tambahnya.

Mengutip liputan6, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto membenarkan bila kejadian tersebut terjadi di terminal tiga Bandara Soekarno Hatta.

“Terminal tiga, Soeta. Kejadiannya 30 September, untuk penerbangan Saudi Airlines. Flight number SV817 ini, karena perbedaan aturan,” kata Novie saat dikonfirmasi, Jumat (02/10/2020).

Novie menjelaskan alasan perempuan tersebut tidak bisa berangkat ke tujuannya Arab Saudi. Akibat masa berlaku swab test PCR antara Indonesia dan Arab Saudi berbeda masa berlakunya.

“di Saudi PCR maksimal 2 hari masa berlakunya. Kalau di Indonesia 14 hari masa berlakunya. jadi Ibu ini sudah Expired kalau mau melakukan penerbangan ke Saudi,” jelasnya. []

Advertisement