August 12, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Sedikit Sekali, KUR Untuk PMI Baru Terserap 5% dari Target

2 min read

SURABAYA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan (Kemenku) per 15 Juli 2022, dari alokasi anggaran sebesar Rp 390 miliar pada 2022, kredit usaha rakyat (KUR) yang terserap untuk calon pekerja migran Indonesia (CPMI) baru 5% atau Rp 17,6 miliar.

“Dari hasil verlap (verifikasi lapangan), calon pekerja migran mengaku kesulitan mengajukan KUR karena belum ada aturan tentang komponen biaya penempatan yang menjadi salah satu persyaratan perbankan dalam menyalurkan KUR. Selain itu persyaratan tambahan bank penyalur KUR memberatkan karena harus ada jaminan cashdeposit 100%,” terang Moeldoko saat melaksanakan verifikasi lapangan di PT Perwita Nusaraya, salah satu Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (17/07/2022).

Pemerintah sudah memberikan solusi untuk pembiayaan penempatan pekerja migran dalam bentuk KUR melalui perbankan. Hal itu diatur dalam Peraturan Menko Perekonomian No 1/2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat.

Moeldoko mengatakan KSP akan mencarikan solusi bersama Kementerian Tenaga Kerja Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Kementerian Luar Negeri terkait persoalan komponen biaya dan masalah lain yang dialami pekerja migran. “Pemerintah melalui KSP sangat peduli pada perlindungan PMI,” ujar Moeldoko.

Sementara dalam verifikasi lapangan, Moeldoko yang didampingi Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Aji Erlangga Martawireja, juga melihat langsung sarana prasarana dan proses pelatihan kerja yang diikuti ratusan CPMI.

Pada kesempatan itu, dia menyampaikan beberapa pesan kepada CPMI. “Kalian harus belajar sungguh-sungguh di sini. Baik bahasa, skill, atau budaya kerja negara tujuan. Kerja yang baik, perilakunya dijaga, dan buat majikan senang, yang paling penting atur keuangan agar hidup kalian berubah,” papar Moeldoko kepada calon pekerja migran.

Sebelumnya, Moeldoko mengatakan pihaknya akan mencari solusi terkait permasalahan keberangkatan CPMI. Sebab, keberangkatan CPMI ke sejumlah negara seusai pandemi Covid-19 melandai masih belum maksimal karena beberapa kendala. Padahal, negara-negara penempatan sudah mulai membuka kembali penerimaan tenaga kerja Indonesia seperti Korea, Jepang, dan Taiwan. []

Advertisement
Advertisement