December 4, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Semalaman Sendirian Kehujanan Menunggu ayahnya, Ternyata Ayah dari Bocah 8 Tahun ini Telah Tewas Terseret banjir

2 min read
Prime Banner

SAMPIT – Seorang bocah berusia delapan tahun yang sangat menyayangi ayahnya ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di tengah perkebunan kelapa sawit di Desa Santilik, Kecamatan Mentaya /Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Minggu pagi (25/10/2020). Semalaman dia menunggu ayahnya di tengah belukar tanaman paku di tengah kebun sawit.

Belakangan diketahui kalau ternyata ayahnya, yang bernama Sami Amekan (30), sudah meninggal dunia akibat terseret banjir.

Berdasarkan informasi yang terhimpun, bocah tersebut tadinya hendak pulang ke rumah mereka di mes karyawan di Desa Mekar Jaya Kecamatan Parenggean usai berkunjung dari rumah kerabat mereka di Kruing Estate, Sabtu (24/10/2020) pukul 21.30 WIB.

Saat hendak melintas di lokasi kejadian, ternyata jalan sedang terendam banjir dengan arus cukup deras akibat hujan mengguyur kawasan itu. Korban kemudian turun dari sepeda motor untuk memeriksa jalan yang bisa dilalui, sementara sang anak tetap berada di dekat sepeda motor.

Diduga terpeleset, ditambah arus cukup deras, korban langsung terseret arus banjir. Saat itu sang anak masih berada di posisinya dan tidak mengetahui persis kejadian yang merenggut nyawa sang ayah.

Sepanjang malam, bocah malang tersebut tetap berada di tempat itu menunggu sang ayah yang tak juga kunjung kembali. Dia bertahan di tengah perkebunan yang gelap gulita tersebut.

“Anak itu ditemukan dalam kondisi basah kuyup oleh warga yang sedang melintas. Ternyata dia menunggu ayahnya. Setelah dicari, ternyata ayahnya sudah meninggal dunia tidak jauh dari lokasi sang anak,” kata Kapolsek Mentaya Hulu, Iptu Roni Paslah di Sampit, Senin (26/10/2020).

Bocah tersebut awalnya ditemukan oleh seorang warga bernama Ahmad Watijan melintas di lokasi tersebut. Saat ditanya, bocah itu menceritakan kejadian yang dialami dirinya bersama sang ayah.

“Kejadian itu kemudian dilaporkan ke pihak perusahaan. Saat dilakukan pencarian, ayah bocah malang itu ditemukan sudah meninggal dunia di sebuah parit, sekitar 20 meter dari lokasi kejadian.

Jenazah korban dievakuasi ke puskesmas untuk diperiksa. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

“Berdasarkan keterangan dokter setelah dilakukan visum, di tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan,” kata Roni Paslah. []

Sumber Indo Zone

Advertisement