May 17, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Sempat Terhenti, Mulai Minggu Depan, Bandara Juanda Kembali Dibuka untuk Kedatangan PMI

2 min read

SURABAYA – Kedatangan pekerja migran Indonesia melalui bandara Internasional Juanda sejatinya telah digagas sejak akhir tahun kemarin, terlebih daat di bandara Internasional Soekarno Hatta terpantau overload hingga menyebabkan carut marut layanan kedatangan pelaku perjalanan dari luar negeri, termasuk PMI.

Bandara Juanda sebelumnya dipersiapkan untuk melayani kedatangan PMI dari Singapura pada awal bulan. Namun setelah kabar tersebut disiarkan kepada awak media, gelombang kedatangan PMI melalui bandara Juanda masih sepi hingga sekarang.

Meskipun gelombang kedatangan PMI dan pelaku perjalanan dari luar negeri (PPLN) melalui bandara Juanda sepi, namun pemerintah provinsi Jawa Timur selama ini terus berbenah dan mempersiapkan berbagai hal yang dibutuhkan untuk melayani kedatangan para pekerja migran.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa kepada awak media kemarin (18/01/2022).

Khofifah menyatakan, setelah selama ini gelombang kedatangan terpantau sepi, di bandara Juanda dijadwalkan akan ada gelombang kedatangan pekerja migran Indonesia lagi mulai tanggal 26 Januari 2022 nanti.

“Mulai tgl 26 ini, PMI Jawa Timur masuknya tidak lagi melalui Bandara Soekarno – Hatta, melainkan langsung melalui Juanda,” kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Karena itu, lanjutnya, Pemprov sejak akhir tahun 2021 telah melakukan berbagai persiapan berupa cek lapangan mulai bandara hingga tempat-tempat karantina.”Untuk karantina, ada 33 hotel yang disiapkan, kemudian asrama haji, gedung diklat Kemenag, dan LPMP. Kami full team sejak 31 Desember melihat kesiapsiagaannya,” ujar Khofifah.

“Seluruh jajaran pemerintah memang diminta untuk membangun kesiapsiagaan lebih serius. Pak Luhut mewarning karena diperkirakan pada pertengahan Februari 2022, akan ada lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron,” ungkap Khofifah.

“Kami sudah cek lapangan dari mulai airport, dan tempat-tempat karantina. Ada 33 hotel disiapkan (untuk tempat karantina), lalu ada asrama haji, ada tempat badan diklat kemenag, juga LPMP, kita sudah tinjau masing-masing unit untuk karantinanya,” tambah Khofifah.

Skenario penanganan juga telah disiapkan jika ada yang diketahui positif covid-19. Pasalnya begitu pekerja migran itu turun dari pesawat, mereka akan langsung dilakukan tes PCR.

Jika ada yang bergejala sedang sampai berat maka telah disiapkan rumah sakit sebagai rujukan utama yaitu ke RSUD Dr Soetomo Surabaya. []

Advertisement
Advertisement