Seorang Warga Magetan Meninggal Dunia Karena Corona, Tujuh Anggota Keluarganya Dikarantina

Prime Banner

MAGETAN – Warga Desa Mojopurno Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan, Suwarni (60) yang kemarin (11/03/2020) dinyatakan meninggal dunia karena virus corona dan dimakamkan di pemakaman desa setempat membuat pihak pemerintah kabupaten Magetan melakukan langkah antisipasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Magetan Suprawoto dalam konferensi pers yang digelar Ruang Kerja Pendopo Surya Graha Magetan, Sabtu, 14 Maret 2020.

“Benar, ada satu warga magetan yang meninggal Rabu 11 maret 2020. Warga Desa Mojopurno Kecamatan Ngariboyo. Almarhum sebelumnya sempat dirawat di RSUD Mawardi Surakarta Solo,” ujar Suprawoto mengawali keterangannya.

Bupati didampingi Kapolres, Dandim, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan tim kesehatan RSUD Sayidiman, siang ini menyatakan telah mengambil langkah pencegahan penyebaran lebih lanjut. Pihaknya turut mengarantina 7 anggota keluarga yang sempat berinteraksi langsung dengan almarhum pasien.

“Saat ini tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Magetan bersama Provinsi, sudah mengambil langkah dengan mengarantina 7 orang anggota keluarga almarhum,” terang bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati meminta warga untuk tidak panik, namun tetap waspada.

Sementara itu, almarhum Suwarni, korban meninggal dunia COVID-19 sehari-hari berada di Solo untuk menjalankan usahanya.

Almarhum sebelumnya rujukan dari RS Dr. Oen Solo Baru, almarhum sebelumnya berpergian ke  Bogor yang merupakan salah satu wilayah yang diwaspadai penyebaran virus tersebut, setelah dirawat selama seminggu kondisi tidak semakin membaik, dan meninggal akibat gagal pernafasan atau pneumonia pada Rabu (11/3) pukul 13:45 WIB.

Almarhum tiba di Magetan pada Rabu (11/3) pukul 20:00 WIB dan hanya diantar oleh petugas ambulance, tidak ada dinas kesehatan yang turut mengantarkan jenazah almarhum. Saat ini Dinas Kesehatan Magetan sedang melakukan koordinasi dengan pihak RSUD Dr. Moewardi Jebres Surakarta terkait kebenaran almarhum tersebut.

Sementara keluarga almarhum Suwarni hingga saat ini memilih untuk menutup tanggapan atas berita tersebut, bahkan secara halus putri pertama korban meminta agar tidak menanyakan perihal kematian orangtuanya tersebut.

Istri almarhumah (52) kini dirawat di RSUP Soedono karena suspect corona tadi malam 20:00 WIB. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Direktur RSUP Soedono, Pihak RSUP telah melakukan sample klinis yang akan diuji di LAB UNAIR Surabaya dan memakan waktu 3 hari untuk mengetahui hasil laboratorium tersebut. []

You may also like...