April 22, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Seribuan Rumah Terbakar, Banyak PMI Terdampak, Begini Penjelasan Kementrian Luar Negeri RI

2 min read

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak kebakaran hebat di pemukiman terapung Kampung Bahagia, Sandakan, Sabah, Malaysia, berada dalam kondisi selamat.

Para WNI tersebut kini telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Berdasarkan pendataan awal, mereka saat ini berada di posko pengungsian bersama ribuan warga terdampak lainnya.

“Para WNI dilaporkan dalam kondisi selamat, dan ikut ditampung bersama dengan korban terdampak lainnya di enam titik penampungan sementara (PPS) yang tersebar di wilayah Batu Sapi, Sandakan,” tulis pernyataan resmi Direktorat Pelindungan WNI Kemlu RI di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Koordinasi Intensif KJRI

Data mengenai belasan WNI tersebut diperoleh setelah Konsulat Jenderal RI (KJRI) Kota Kinabalu bergerak cepat meninjau lokasi kejadian. Tim KJRI melakukan pendataan dengan menggandeng otoritas setempat serta tokoh masyarakat di wilayah Sandakan.

Pihak Kemlu menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan guna memastikan seluruh hak perlindungan dan kebutuhan logistik para WNI terpenuhi selama di pengungsian.

“KJRI Kota Kinabalu akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk melakukan pendataan lebih lanjut serta memastikan langkah pelindungan yang diperlukan bagi WNI terdampak,” lanjut pernyataan tersebut.

1.000 Rumah Hangus Terbakar

Bencana kebakaran yang melanda pemukiman terapung Kampung Bahagia pada 19 April dini hari tersebut dilaporkan berskala besar. Kantor Berita Bernama menyebutkan lebih dari 9.000 warga kehilangan tempat tinggal akibat insiden ini.

Kepala Kepolisian Distrik Sandakan, ACP George Abd Rakman, mengungkapkan dahsyatnya kobaran api yang menghanguskan mayoritas bangunan di wilayah tersebut.

“1.000 dari 1.200 rumah di kawasan tersebut hangus terbakar,” ujar George.

Meski kerugian material sangat besar, George memastikan hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa. Laporan yang masuk sejauh ini hanya berupa cedera ringan yang dialami warga saat mencoba menyelamatkan harta benda atau membantu evakuasi sesama warga.

Atensi PM Anwar Ibrahim

Skala bencana ini menarik perhatian serius dari Pemerintah Malaysia. Perdana Menteri Anwar Ibrahim telah menyatakan keprihatinan mendalam atas musibah ini.

Anwar menginstruksikan jajarannya untuk memprioritaskan keselamatan para korban dan mempercepat penyaluran bantuan di lokasi kejadian.

Saat ini, Direktorat Pelindungan WNI bersama KJRI Kota Kinabalu terus memonitor perkembangan penanganan pascakebakaran guna memastikan keselamatan WNI tetap terjaga di tengah situasi darurat tersebut. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply