October 17, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Setelah Menembus Hong Kong, Kripik Malang Mastutik Go Internasional

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

MALANG – Kerja keras dan keuletan seseorang dalam mengerjakan sesuatu, diiringi dengan planning dan pengetahuan akan rencana kedepan yang jelas, menjadi modal utama karya seseorang bisa menuai hasil yang memuaskan.

Hal tersebut turut dilakukan dan dirasakan oleh Mastuti, janda tiga anak asal Kota Batu pemilik usaha kripik sayur, buah dan rempeyek yang berbendera CV Arjuna 999 ini.

Setelah mendapat pembinaan dari sebuah BUMN, UMKM milik Mastuti melejit, naik kelas hingga benar-benar go Internasional.

“Awal memulai usaha sesaat setelah suami saya meninggal 2011 lalu. Masih harus mengasuh tiga orang anak. Iseng membuat lauk rempeyek dan mulai terpikir untuk menjualnya,” cerita pemilik usaha CV Arjuna 999 Mastutik dalam keterangan tertulis, Minggu, 2 Mei 2021.

Awalnya Mastutik menitipkan produknya ke beberapa toko oleh-oleh di sekitar rumahnya di Kota Batu, Jawa Timur. Namun cara itu tidak sesuai harapannya, karena banyak toko yang tidak menerima produknya.

Tidak patah arang, Mastutik dibantu anaknya memasarkan produknya secara online melalui media sosial. Selang beberapa minggu, tiba-tiba dia mendapatkan telepon dari pembeli asal Hong Kong.

“Kaget, percaya tidak percaya. Saya kira orang iseng, ternyata tidak. WNI yang memiliki toko oleh-oleh khas Indonesia di Hong Kong itu memberi sejumlah uang sesuai pesanan untuk dikirim ke sana,” kenang dia.

Akhirnya, Mastutik mulai serius menekuni bisnis tersebut. Dia meminta bantuan kepada para ibu rumah tangga di sekitar rumahnya untuk ikut membantu. Kini, terdapat 15 orang pekerja yang dia berdayakan. Selain itu, Mastutik juga turut memberdayakan petani lokal dengan cara menyerap hasil produknya secara langsung.

Berkat komitmen dan ketekunannya dalam berbisnis, jangkauan pemasaran produk keripik yang kini berjumlah lebih dari 50 jenis itu telah meluas. Selain dalam negeri dan hongkong, hampir seluruh wilayah negara ASEAN telah dijajakinya. Bahkan, akhir-akhir ini keripiknya telah berhasil menembus pasar Amerika Serikat.

Bantuan modal dan pembinaan dari Pertamina pun membuat kapasitas produknya ikut meningkat tajam. Dari semula 300 ribu pieces per bulan menjadi 500 ribu pieces per bulan. Produknya yang melimpah ini mendatangkan profit yang cukup besar yakni mencapai Rp70 juta setiap bulan.

Pjs Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman mengatakan Pertamina mengapresiasi bisnis berbasis sociopreneur seperti yang dilakukan Mastutik.

“Keripik-keripik ini merupakan salah satu kuliner khas Indonesia, sangat membanggakan jika berhasil diekspor ke luar negeri. Pertamina akan terus mendukung upaya ini,” kata Fajriyah.

Menurut Fajriyah, melalui Program Kemitraan, Pertamina ingin dapat menghadirkan energi yang menggerakkan roda ekonomi. Energi yang menjadi bahan bakar, serta energi yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.

Pertamina mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) melalui implementasi program-program berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh wilayah operasionalnya. Hal ini merupakan bagian dari tanggung jawab lingkungan dan sosial, demi mewujudkan manfaat ekonomi di masyarakat. []

Advertisement
Advertisement