January 13, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Siapkan Guru Migran dan Peningkatan Kompetensi PMI

2 min read

JAKARTA – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, menjajaki sejumlah peluang kolaborasi strategis dengan Putera Sampoerna Foundation, Jumat (9/1/2025).

Pertemuan tersebut, kata dia, membahas penguatan peran pendidikan untuk mendukung penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia yang berkelanjutan dan berbasis kompetensi.

Apalagi, lanjut Christina, ada pembahasan sebelumnya dengan Duta Besar RI untuk Uzbekistan (merangkap Kirgizstan dan Tajikistan) terkait kebutuhan tenaga pengajar bahasa Inggris dan matematika yang mensyaratkan sertifikasi dan akreditasi internasional, salah satunya dari Cambridge.

“Putera Sampoerna Foundation memiliki rekam jejak dan jejaring kuat di bidang pendidikan, termasuk sebagai pendamping sertifikasi dari Cambridge. Karena itu, kami memandang mereka sebagai mitra strategis menyiapkan calon pekerja migran Indonesia yang memenuhi standar tadi,” ungkapnya, usai pertemuan dengan Direktur Senior Putera Sampoerna Foundation, Elan Merdy, di Kantor KemenP2MI.

Diskusi Wamen Christina juga berkembang pada peluang kerja sama ke berbagai sektor pendidikan lainnya, seperti sekolah vokasi yang berpotensi mendukung agenda penempatan pekerja migran berbasis keahlian.

“Salah satu opsi yang dibahas yaitu pembukaan jalur penempatan bagi mahasiswa tingkat akhir, khususnya yang mengambil jurusan bahasa Inggris dan bidang terkait, untuk bekerja sebagai guru bahasa Inggris dan matematika di Asia Tengah. Skema ini dinilai dapat membuka peluang kerja profesional dan aman bagi lulusan pendidikan tinggi Indonesia,” jelas Wamen Christina.

Selain itu, Wamen Christina juga membahas kemungkinan pemanfaatan program beasiswa untuk anak-anak pekerja migran Indonesia, agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi dan dipersiapkan menjadi tenaga pendidik berstandar internasional.

“Ini bukan hanya soal penempatan, tetapi juga tentang memutus rantai kerentanan melalui pendidikan. Anak-anak pekerja migran perlu kita beri akses dan kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas hidupnya,” katanya.

Kemudian, pembahasan juga mencakup peran sekolah vokasi Putera Sampoerna Foundation sebagai pusat pelatihan reskilling dan upskilling bagi calon pekerja migran dalam kerangka program SMK Go Global.

Ditambahkannya, gagasan-gagasan itu akan ditindaklanjuti lewat pertemuan lanjutan dalam waktu dekat, termasuk penjajakan penyusunan nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar implementasi kerja sama yang konkret dan berkelanjutan.

“Kami melihat banyak potensi kolaborasi yang positif dan saling menguatkan. Kementerian P2MI berkomitmen memastikan setiap kerja sama benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas dan pelindungan pekerja migran Indonesia,” pungkas Christina Aryani.  []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply