September 26, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Stres Kehilangan Pekerjaan, Istri di Hong Kong Layangkan Gugatan Cerai, Seorang Pria Nekad Akhiri Hidupnya

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

MATARAM – Kerumitan permasalahan yang dihadapi oleh setiap pasangan suami istri dalam menjalankan rumah tangganya, jika tidak disikapi dengan dewasa, seringkali berakibat fatal, mulai dari KDRT, perceraian, bahkan hilangnya nyawa. Terlebih lagi jika pasangan suami istri menjalani hidup berumah tangga dari jarak berjauhan. Seperti yang dialami oleh suami istri asal Lombok Tengah ini.

N (29) yang sebelumnya sejak lulus SMA bekerja di sebuah perusahaan di daerah Sulawesi harus menerima kenyataan berhenti bekerja sejak setahun belakangan karena tempat kerjanya terdampak pandemi corona. Selama N bekerja di Sulawesi, hasil kerjanya bisa dikumpulkan untuk membeli sebidang tanah dan mengawali membangun sebuah rumah di kampung halamannya kawasan Sidemin, Batukliang, Lombok Tengah. Sedangkan hasil kerja istrinya di Hong Kong dimasukan sebuah rekening untuk nantinya digunakan sebagai modal usaha setelah keduanya bersiap memulai hidup baru di kampung halaman.

Namun naas, saat N pulang ke kampung halaman karena kehilangan pekerjaan, istrinya yang sejak awal mereka menikah justru bersikap melayangkan gugatan cerai dari Hong Kong.

Hal tersebut membuat N tertekan hingga membuatnya depresi. Ujungnya, 17 April kemarin, ulah N dalam kondisi depresinya menggegerkan warga.

N melakukan aksi gantung diri di dalam rumah yang dia bangun dari hasil keringatnya selama bekerja di Sulawesi.

Peristiwa tersebut kali pertama diketahui oleh J ibunda N yang sengaja datang ke rumah anaknya untuk membangunkan sekaligus mengantar sarapan pagi.

“Ibunya datang ke rumah korban untuk membangunkan sarapan. Setelah memanggil korban berkali-kali, namun tidak ada jawaban, ibunya langsung membuka pintu dan melihat anaknya sudah tergantung di kamar dalam kondisi tergantung di plafon menggunakan kain warna merah,” jelas Kapolsek Batukliang Utara, Iptu Sri Bagyo.

Kapolsek menuturkan, melihat korban dalam posisi menggantung, ibu korban langsung berteriak histeris memanggil warga untuk dibantu menurunkan korban.

“Setelah diturunkan, warga langsung mengecek kondisi korban. Namun sayang, korban sudah tidak bernyawa,” tutur Kapolsek Iptu Sri Bagyo.

Kapolsek menyampaikan, dari keterangan pihak keluarga bahwa korban selama ini tidak memiliki riwayat penyakit. Sementara dari keterangan Ibunya, korban mengalami depresi karena sudah lama ditinggal oleh istrinya.

“Istri korban juga selalu menuntut agar korban segera menceraikannya, namun korban tidak mau bercerai,” paparnya.

Sepulangnya dari Sulawesi, korban selalu menyendiri dan diduga mengalami gangguan jiwa.

“Korban juga sempat dirawat jalan di Panti Sosial Selebung,” ujarnya. []

Sumber Warta Lombok

Advertisement
Advertisement