May 22, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Sulit Mendapat Lapangan Pekerjaan yang Layak di Dalam Negeri, Ribuan Lulusan SMK Dilepas Gubernur dan Menteri Menjadi PMI

2 min read

JAKARTA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti melepas 3.600 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) untuk bekerja di luar negeri di Islamic Center Surabaya. Pelepasan tersebut terdiri dari 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan LKP.

Para lulusan akan bekerja di berbagai negara, antara lain Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Australia, China, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bulgaria, Brunei Darussalam, dan Thailand. Pelepasan dilakukan secara simbolis dengan pemakaian jaket kepada perwakilan peserta.

Gubernur Khofifah mengatakan program tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, kompeten, dan mampu bersaing di tingkat global. Menurutnya, lulusan SMK dan LKP Jatim telah memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional.

“Artinya lulusan SMK dan LKP kita ini berkualitas, memiliki kompetensi yang memang dibutuhkan dunia kerja bahkan di kancah global,” kata Khofifah, dalam siaran pers, Kamis 21 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Khofifah juga memberi motivasi kepada para peserta agar percaya diri dan mampu membawa nama baik Indonesia di negara tujuan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebangsaan selama bekerja di luar negeri.

“Tanamkan dalam hati, dalam pikiran, dalam gerakan, juga rasakan misi Merah Putih di manapun kalian berada nanti,” ujarnya.

Berdasarkan data rencana pelepasan peserta magang kerja dan pekerja migran Jawa Timur tahun 2026, sebanyak 4.920 peserta dan alumni dari 112 SMK dan LKP akan mengikuti program magang dan peluang kerja luar negeri. Dari jumlah tersebut, 3.186 orang merupakan siswa kelas XII dan 1.734 lainnya alumni.

Sebanyak 1.617 peserta telah dinyatakan lolos seleksi dan memperoleh Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), yang terdiri atas 587 siswa dan 1.030 alumni. Selain itu, 51 kompetensi keahlian dari total 174 kompetensi di SMK Jawa Timur telah menembus pasar kerja internasional.

Pada kesempatan itu, Khofifah juga menyerahkan Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Emas kepada Abdul Mu’ti atas dukungannya dalam penguatan pendidikan di Jawa Timur, termasuk revitalisasi satuan pendidikan dan perluasan kesempatan kerja luar negeri bagi lulusan SMK.

Sementara itu, Abdul Mu’ti menyampaikan pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menyiapkan lulusan agar siap bekerja di berbagai negara melalui pelatihan keterampilan dan bahasa asing sesuai kebutuhan negara tujuan.

“Kami sejak awal menegaskan bahwa pendidikan itu tidak hanya terbatas pada belajar di sekolah, tapi juga belajar di lembaga-lembaga kursus,” kata Abdul Mu’ti. Ia menambahkan para peserta telah memiliki kontrak kerja resmi sehingga diharapkan mampu bekerja secara profesional di negara tujuan. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply