November 28, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Suryopratomo, Dari Wartawan, Menjadi Duta Besar RI untuk Singapura

3 min read
Prime Banner

JAKARTA – Mantan Presiden Direktur Metro TV, Suryopratomo, menceritakan penunjukannya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Singapura bermula dari telepon Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar, pada 25 Februari 2020.

Di telepon tersebut, mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu menyampaikan, Presiden Joko “Jokowi” Widodo ingin menggunakan hak prerogatifnya untuk menunjuk Suryopratomo menjadi calon Dubes RI untuk Negeri Singa.

“Kalau Mas Tomi mau dan bersedia, maka presiden akan memasukkan nama itu ke dalam surat pengajuan penetapan calon dubes untuk beberapa negara ke DPR,” ungkap pria yang akrab disapa Tomi itu dalam program Ambassador’s Talk by IDN Times, Selasa (29/9/2020).

Tomi mengaku terkejut saat tahu namanya ditunjuk langsung oleh Presiden Jokowi menjadi Dubes RI di Singapura. Ia sempat bertanya kepada Mahendra mengapa harus namanya yang dipercaya mewakili Indonesia di Negeri Singa. Ditanya demikian, Mahendra hanya menjawab, presiden yang langsung menunjuk Tomi dan itu sudah menjadi hak prerogatifnya.

“Soal kriteria yang pas-nya apa ya, hanya presiden yang tahu,” tutur dia.

“Saya juga berpikir karena ini penugasan untuk kepentingan negara, saya akan mencoba yang terbaik yang bisa saya lakukan,” katanya lagi.

Usai melalui proses uji kepatutan dan kelayakan, maka Tomi dilantik di Istana Kepresidenan pada 17 September 2020. Apa saja misi khusus yang diberikan oleh Presiden Jokowi kepada Tomi saat ia bertugas di Singapura mulai Oktober mendatang?

 

  1. Empat misi khusus dari Presiden Jokowi untuk Suryopratomo

Ada empat misi khusus yang dipesankan oleh Presiden Jokowi bagi Tomi ketika bertugas di Singapura. Pertama, bagaimana melindungi WNI di Singapura. Ia menyadari bahwa untuk bisa memberikan perlindungan maka harus prima dan menyenangkan bagi WNI.

Misi kedua, yaitu mengembangkan kerja sama kedua negara di bidang kesehatan, khususnya terkait penanganan pandemik.

“Ketiga, bagaimana meningkatkan kerja sama ekonomi. Keempat, bagaimana Indonesia bisa turut serta menciptakan perdamaian di kawasan,” kata Tomi.

Ia pun memposisikan dirinya sebagai jembatan untuk mempertemukan kepentingan pemerintah dengan Negeri Singa.

 

  1. Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Singapura dijadwalkan bertemu November mendatang dalam acara Leader’s Retreat

Tomi mengakui, hubungan bilateral Indonesia dengan Singapura sangat dekat. Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, bahkan menuntut ilmu sarjananya di Negeri Singa.

Kedekatan hubungan kedua negara, kata Tomi, sudah terjalin sejak Presiden SBY. Sebagai bukti, setiap tahun dilakukan Leader’s Retreat di antara kedua pemimpin negara.

Tahun 2020 ini direncanakan Indonesia akan menjadi tuan rumah. Selain itu, ada pula pertemuan antar menteri luar negeri dua tahun sekali dan pertemuan menteri di bidang ekonomi yang tergolong rutin.

Tomi menjelaskan, rencananya pertemuan antara Jokowi dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong dilakukan di Jakarta sekitar November mendatang.

“Presiden mengharapkan pertemuan bisa dilakukan tatap muka, tidak secara virtual dan ini yang sedang dikomunikasikan. Tempatnya sedang dibahas di mana,” ungkap Tomi.

Pemerintah Negeri Singa, katanya lagi, tidak keberatan bila pertemuan dilakukan secara tatap muka, namun dengan memberlakukan pengurangan delegasi yang mendampingi. Melalui pertemuan itu, kedua pemimpin ingin menunjukkan ke publik hubungan dua negara sangat baik meski tengah dilanda pandemik.

 

  1. Latar belakang jurnalis dinilai memudahkan Tomi untuk bekerja

Perjalanan panjang karier Tomi di dunia jurnalistik selama 33 tahun, dinilai akan membantu ketika ia bertugas mewakili Indonesia di Singapura. Selama berkecimpung menjadi jurnalis, Tomi sudah berhasil membangun jejaring yang luas.

“Baik itu dengan pejabat di Indonesia yang akan jadi counterpart, dengan pengusaha yang dilayani, teman-teman CEO yang punya banyak kepentingan, kolega di KBRI, hingga Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Anil Nayar,” ujar Tomi.

Bahkan, sebelum ia dilantik, Tomi mengaku sempat diundang oleh Dubes Anil untuk santap siang di kediaman pribadinya. Keduanya sempat berbicara mengenai dunia jurnalistik hingga membahas situasi politik di Singapura lantaran di sana menggelar pemilu parlemen.

“Tentunya itu akan menjadi bekal saya untuk menjalani tugas selama tiga atau empat tahun ke depan,” tutur dia lagi. []

Sumber Indonesian Times

Advertisement