Tak Tahan Hidup Bersama Ibu Tiri, Anak PMI Hong kong Asal Sukabumi Gantung Diri

Prime Banner

SUKABUMI – Dalam sebuah perceraian dan keretakan rumah tangga, anak selalu menjadi korban meskipun tidak bersalah apa-apa. Egoisme orang tua membuat anak menderita baik lahir maupun batin. Bahkan, tak hanya menimbulkan kenakalan remaja, bunuh diri terbukti menjadi pilihan pada anak atau remaja yang hidup dalam ketidakharmonisan rumah tangga orang tuanya.

Seperti yang menimpa RA, pelajar kelas VIII SMP Cicurug warga Kampung Benda, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, nekat mengakhiri hidupnya lantaran tidak tahan dengan perlakuan ayahnya yang semenjak menikah lagi, keberadaan ibu tiri justru membuat RA sering menerima aksi kekerasan dari ayahnya.

Peristiwa tersebut diketahui pada Kamis (02/04/2019) hari ini. RA gantung diri di sebuah pohon di halaman sebuah PAUD di kampungnya.

Warga, Asep Jamaludin (34 tahun) mengungkapkan, peristiwa ini pertama kali diketahui pukul 05.00 WIB oleh seorang tukang ojek.

Asep kemudian memberitahu Umi Tati yang selalu membersihkan halaman sekolah PAUD tersebut. Umi Tati bergegas menuju PAUD dan ternyata yang gantung diri tersebut adalah cucunya.

Sekitar pukul 05.30 WIB, korban diturunkan oleh warga dan kejadian ini dilaporkan kepada polisi.

Polisi langsung melakukan olah TKP namun pihak keluarga menolak saat jasad korban akan dibawa ke RSUD Sekarwangi untuk dilakukan visum luar.

Menukil pemberitaan Sukabumi Update, empat hari sebelum kejadian RA mendatangi uwanya Nurlaela Sari. Kepada Nurlaela, korban mengungkapkan tak tahan lagi tinggal bersama ayahnya yang kini sudah memilik istri lagi.

“Empat hari lalu RA ini ke rumah saya, nangis dan cerita sudah tak tahan lagi tinggal sama ayahnya yang sekarang sudah punya istri lagi,” ungkap Nurlaela.

Kepada Nurlaela, korban mengaku sering dimarahi oleh ayahnya bahkan pernah dipukul.

“Hal itu yang membuat RA tak betah dan ingin pindah,” lirih Nurlaela.

Nurlaela sudah menyampaikan kejadian ini kepada Dewi, ibu kandung korban yang kini masih bekerja sebagai PMI di Hongkong. Ibu kandungnya sangat berduka dan terpukul serta meminta kasus kematian anaknya ini diusut tuntas.

“Ibunya yang masih kerja di Hongkong nelpon ke saya. Dia pengen kasus ini diusut tuntas supaya ketahuan penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu,” tukas Nurlaela.

Sementara itu, jenazah korban sudah dimakamkan tak jauh dari rumah duka.[]

You may also like...