December 8, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Tanda Sholat Seseorang Diterima Menurut Al-Quran

2 min read

ApakabarOnline.com – Salah satu ibadah yang amat penting dan harus dilakukan oleh setiap Muslim adalah shalat. Shalat merupakan rukun Islam yang kedua setelah seseorang mengucap dua kalimat syahadat. Muslim yang tidak melakukan shalat, maka dipertanyakan keislamannya.

Kalau shalat itu penting, bagaimana tanda-tanda seseorang shalatnya diterima? Jika seseorang setiap hari melaksanakan shalat lima waktu namun tidak diterima, buat apa, kan! Lalu bagaimana tanda-tanda shalat orang Muslim diterima menurut Islam?

Salah satu ayat Al-Qur’an menegaskan bahwa shalat dapat mencegah seseorang dari berbuat keji dan mungkar. Allah berfirman: innashalata tanha ‘anil fahsya’i wal munkar. Ini adalah ayat yang menjadi dalil diterimanya shalat. Bagaimana? Ya, seseorang yang shalatnya diterima perilakunya baik, tidak mau melakukan hal-hal yang keji dan juga kemungkaran.

Melakukan hal-hal keji misalnya mengejek teman, menghina orang miskin, atau misalnya menyiksa binatang tanpa rasa salah. Seorang yang shalatnya diterima juga akan menjauhi perbuatan kemungkaran. Para ulama tafsir menyebut kemungkaran adalah hal-hal yang berbau maksiat, seperti berkata kotor, meninggalkan kewajiban agama, memandang lawan jenis dengan nafsu, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya setiap orang bisa membedakan mana perbuatan baik dan mana perbuatan keji atau mungkar. Perbuatan yang dirasa oleh hati sebagai sesuatu yang buruk maka itu perbuatan keji atau mungkar. Sebaliknya, yang dirasa hati baik, maka adalah perbuatan baik.

Jadi, bagaimana nih apakah shalat kalian sudah merasa diterima Allah atau belum? Kalau belum, kita bisa introspeksi diri, dengan menjauhi hal-hal yang mungkar dan keji. Dengan begitu, shalat kita akan dihitung sebagai amalan yang sempurna.

Para ulama memberi saran penting agar shalat kita diterima dan berefek pada perilaku mencegah perbuatan keji dan mungkar. Yaitu, shalat dengan khusyu, mengusahakan mengerti makna bacaan yang dibaca, dan memahami rukun-rukunnya. []

Penulis Lufaefi

Advertisement
Advertisement