January 5, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Tembus 1.167 Orang Meninggal Dunia,  Ratusan Ribu Orang Kehilangan Tempat Tinggal

1 min read

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data korban jiwa akibat rangkaian bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera. Hingga Sabtu (3/1/2026), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.167 jiwa.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data korban jiwa akibat rangkaian bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera. Hingga Sabtu (3/1/2026), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.167 jiwa.

Dalam paparannya, Abdul Muhari menyebut Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak. Setelah pembaruan data hari ini, total korban jiwa di Aceh mencapai 540 orang.

Sementara itu, Sumatera Utara mencatat 365 korban meninggal dunia, disusul Sumatera Barat dengan 262 korban jiwa.

Ratusan Orang Masih Hilang

Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat 165 orang masih dinyatakan hilang. Rinciannya, 31 orang di Aceh, 60 orang di Sumatera Utara, dan 74 orang di Sumatera Barat.

“Pencarian dan pertolongan oleh tim SAR gabungan masih terus dilakukan, terutama di provinsi yang masih menetapkan status tanggap darurat,” kata Abdul Muhari.

Ia menjelaskan, operasi pencarian menjadi fokus utama dalam fase tanggap darurat, khususnya di wilayah terdampak dengan akses yang masih terbatas akibat kerusakan infrastruktur.

Jumlah Pengungsi Mulai Menurun

Di sisi lain, jumlah pengungsi dilaporkan menurun signifikan dalam dua hari terakhir. BNPB mencatat 122.507 jiwa telah kembali ke tempat tinggal masing-masing, baik untuk membersihkan rumah maupun membangun hunian sementara.

“Total saat ini pengungsi yang masih tercatat berjumlah 257.780 jiwa,” ujar Abdul Muhari.

Menurutnya, perkembangan tersebut tidak lepas dari upaya pembersihan dan pemulihan kawasan terdampak yang dilakukan secara intensif oleh aparat gabungan, masyarakat, serta relawan. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply