September 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Terlilit Hutang Rp. 70 Trilyun, Garuda Berencana Pangkas Separo Jumlah Pesawat

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk disebut-sebut bakal memangkas jumlah armada pesawat mereka dari sekitar 142 pesawat menjadi 70 pesawat.

Hal ini terjadi karena bisnis perusahaan tertekan dampak pandemi covid-19 dan tumpukan utang Rp70 triliun.

Kabar ini muncul ke publik saat rekaman pidato Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra kepada jajaran karyawan bocor ke Bloomberg.

Dalam rekaman tersebut, Irfan menyatakan perusahaan perlu merestrukturisasi bisnis secara penuh dengan pengurangan armada.

“Kami harus melalui restrukturisasi yang komprehensif. Kami memiliki 142 pesawat dan perhitungan awal kami tentang bagaimana kami melihat pemulihan ini telah berjalan, kami akan beroperasi dengan jumlah pesawat tidak lebih dari 70,” ujar Irfan seperti melansir Bloomberg pada Senin (24/05/2021).

Kini, Garuda hanya mengoperasikan sekitar 41 pesawat akibat pandemi. Perusahaan pelat merah itu tak bisa menerbangkan lebih banyak armada karena pembayaran belum dilakukan kepada perusahaan leasing.

Namun hal ini hanya berlaku untuk layanan penerbangan Garuda saja, tidak termasuk anak usahanya, Citilink Indonesia.

Selain karena soal pembayaran leasing yang tertunda, maskapai negara itu juga tengah terlilit utang mencapai US$4,9 miliar atau setara Rp70 triliun. Utang itu akan meningkat lebih dari Rp1 triliun per bulan karena terus menunggak pembayaran.

Arus kas perusahaan juga tercatat negatif. Sementara ekuitas atau modal minus Rp41 triliun. Ia mewanti-wanti bahwa kondisi ini bisa membuat bisnis perusahaan berhenti di tengah jalan bila langkah restrukturisasi gagal.

Sebelumnya, Garuda Indonesia mengumumkan penawaran pensiun dini bagi karyawannya. Hal ini merupakan kebijakan dalam rangka mengefisienkan biaya operasional maskapai.

Tercatat BUMN penerbangan itu memiliki 15.368 karyawan. Jumlahnya tak sepadan dengan volume penerbangan yang justru anjlok hingga 66 persen sejak 2020 lalu. []

Advertisement
Advertisement