August 29, 2025

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Tingkat Kelulusan Calon Pekerja Migran Indonesia Baru 30 Persen

2 min read

JAKARTA – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mengungkapkan, peluang kerja di luar negeri masih sangat besar. Pada tahun ini, kebutuhan tenaga kerja di Jepang, Korea, dan Jerman mencapai 639.000 orang.

“Dan mereka meminta untuk prioritasnya orang Indonesia,” ucap Abdul saat konferensi pers di Kampus UPI, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/8/2025).

Menyikapi tingginya permintaan tersebut, Abdul menekankan pentingnya mempersiapkan calon pekerja migran sesuai dengan standar yang ditetapkan negara tujuan.

Untuk itu, P2MI bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) membentuk Migrant Center yang berlokasi di Gedung CEO UPI.

Abdul menjelaskan, Migrant Center sangat penting karena tingkat kelulusan tenaga kerja Indonesia (TKI) dari lembaga pelatihan kerja (LPK) untuk negara-negara tujuan utama seperti Jepang, Korea, dan Jerman masih tergolong rendah, yaitu hanya sekitar 20–30 persen.

“Ini adalah upaya kita menjawab tenaga-tenaga kerja kita yang akan dikirim ke luar negeri ini rata-rata tingkat kelulusan di LPK, di tempat-tempat lain, ini masih belum memuaskan,” jelasnya.

Melalui Migrant Center, para calon pekerja migran akan mendapatkan layanan terintegrasi, termasuk informasi pekerjaan, pelatihan keterampilan, pelatihan bahasa, dan penguatan soft skills, seperti bela negara, literasi keuangan, serta pemahaman budaya setempat.

“Jadi istilah saya itu adalah, ini adalah ekosistem vokasi yang terintegrasi,” tambahnya.

Migrant Center akan bekerja sama tidak hanya dengan universitas, tetapi juga dengan Pemerintah Daerah dan pengusaha. Rektor UPI, Prof Didi Sukyadi, menyambut baik pembentukan Migrant Center tersebut. Dengan lebih dari 45.000 mahasiswa aktif yang terdaftar di 176 program studi, Didi menilai kerja sama dengan P2MI sangat strategis, baik untuk bangsa maupun untuk UPI.

“Kami tidak ingin setelah lulus mereka kesulitan mendapatkan lapangan pekerjaan. Di samping mereka menciptakan lapangan kerja sendiri atau melanjutkan studi, jika mereka memilih untuk bekerja dan belum mendapatkan pekerjaan di dalam negeri, maka kesempatan untuk bekerja di luar negeri perlu dibuka secara lebih lebar,” ucapnya.

Didi menambahkan, UPI memiliki keunggulan di bidang bahasa, termasuk bahasa Inggris, Jepang, Korea, Jerman, Arab, dan Perancis.

UPI juga telah menyelenggarakan tes resmi bahasa Korea bekerja sama dengan pemerintah Korea.

“Dengan bekerja sama dengan LPK-LPK, tentu kita akan lebih kuat,” ungkapnya. []

Sumber Kompas

 

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply