August 1, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Tingkatkan Gairah Pelaku UMKM, Pemkab Kudus Beri Pelatihan Digital Marketing

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

KUDUS – Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkop dan UKM) Kabupaten Kudus akan memberi pelatihan pemasaran daring terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal tersebut, agar para pelaku UMKM di Kudus tetap mampu bersaing dan memasarkan produknya di masa pandemi.

Kepala Disnakerperinkop dan UKM Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, di kala pandemi, banyak UMKM di Kudus yang terdampak. Oleh sebab itu, guna menggairahkan kembali UMKM di Kudus pihaknya akan memberikan pelatihan. Khususnya perihal pemasaran melalui media daring.

“Sudah kita agendakan untuk menggairahkan UMKM di Kudus. Kami akan memberikan pelatihan pemasaran produk melalui marketplace,” ujar perempuan yang akrab disapa Rini beberapa hari lalu.

Rini mengungkapkan, para pelaku UMKM di Kudus nantinya diberi pelatihan dasar, hingga pemasaran online, khususnya melalui marketplace. Di antaranya pelatihan yang diberikan adalah, pengolahan atau produksi yang baik. Pengemasan produk semenarik mungkin. Serta cara memasarkan produk di marketplace agar, produknya diminati orang banyak.

“Di pemasaran online, semua itu sangat mempengaruhi. Kemasan harus menarik, sebab calon pembeli lihatnya kan fotonya. Kemudian agar produk UMKM nya muncul di atas pencarian marketplace. Nantinya pelatihannya komplit. Kami juga akan kerja sama dengan marketplace Blibi dan Bukalapak,” ujarnya.

Dia menuturkan, di masa pandemi pemasaran melalui media daring sangat penting. Sebab ada larangan berkerumun, banyak konsumen yang enggan untuk bertemu dengan pembeli. Sehingga pemasaran melalui online memang sangat dibutuhkan bagi para pelaku UMKM. Hal itu juga sesuai dengan revolusi industri 4.0.

“Untuk pelatihannya nanti berlaku bagi semua UMKM, makanan, minuman, pakaian dan lainnya. Sedangkan waktu pelatihan, rencananya Bulan Juli ini,” bebernya.

Di Kudus sendiri kata Rini, pada awal tahun 2021 ada lebih dari 15 ribu pelaku UMKM. Diakuinya di masa pandemi banyak UMKM yang produksinya turun. Sehingga pihaknya mencari terobosan untuk mencari solusi.

“Kami berharap dengan adanya pelatihan pemasaran online. Hal itu bisa jadi solusi produk – produk UMKM yang selama ini dipasarkan secara konvensional dan terdampak pandemi. Sehingga mampu bersaing dan penjualannya bisa terdongkrak,” tutupnya. []

Sumber Beta Zone

Advertisement
Advertisement