November 30, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Tingkatkan Jumlah Angka Kelahiran, Singapura Bagikan Bonus Bagi Warga yang Mau Punya Anak Saat Pandemi Corona

2 min read
Prime Banner

SINGAPURA – Pemerintah Singapura akan memberikan insentif kepada warganya yang mau punya anak selama pandemi covid-19 atau virus corona. Bantuan diberikan untuk mengurangi kekhawatiran masyarakat tentang keuangan dan pekerjaan mereka di masa pandemi.

“Kami telah menerima umpan balik bahwa covid-19 telah menyebabkan beberapa calon orang tua menunda rencana punya anak. Ini sangat bisa dimaklumi terutama ketika mereka menghadapi ketidakpastian pendapatan,” ujar Wakil Perdana Menteri Singapura Heng Swee Keat, dikutip dari CNN Business, Rabu (07/10/2020).

Heng mengatakan insentif itu akan membantu orang tua melalui dana tunai yang diberikan pemerintah Singapura. Hanya saja, Heng tak menjelaskan lebih detail jumlah dana yang akan diberikan itu.

Pemerintah Singapura akan memberikan insentif kepada warganya yang mau punya anak selama pandemi covid-19 atau virus corona. Bantuan diberikan untuk mengurangi kekhawatiran masyarakat tentang keuangan dan pekerjaan mereka di masa pandemi.

“Kami telah menerima umpan balik bahwa covid-19 telah menyebabkan beberapa calon orang tua menunda rencana punya anak. Ini sangat bisa dimaklumi terutama ketika mereka menghadapi ketidakpastian pendapatan,” ujar Wakil Perdana Menteri Singapura Heng Swee Keat, dikutip dari CNN Business, Rabu (07/10/2020).

Heng mengatakan insentif itu akan membantu orang tua melalui dana tunai yang diberikan pemerintah Singapura. Hanya saja, Heng tak menjelaskan lebih detail jumlah dana yang akan diberikan itu.

Sebagai informasi, ekonomi Singapura anjlok akibat pandemi virus corona. Negara itu resmi masuk ke jurang resesi setelah ekonominya minus dua kuartal berturut-turut.

Tercatat, ekonomi Singapura minus 0,7 persen pada kuartal I 2020. Kemudian, ekonomi negara tersebut semakin parah pada kuartal II 2020, yakni minus 42,9 persen.

Singapura tak bisa menghindari resesi meski pemerintah telah melakukan penanganan penularan virus corona lebih awal dengan memberlakukan penguncian (lockdown) secara ketat. Berdasarkan catatan Universitas Johns Hopkins, jumlah warga yang meninggal akibat virus corona di Singapura hanya 27 orang. []

Sumber CNN Singapura

Advertisement