January 22, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Topan Teratai, Topan Tropis yang Saat Ini Menghempas Wilayah NKRI, Begini Dampaknya

2 min read

JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Bibit Siklon Tropis 92S yang berada di sebelah barat daya Lampung akan menjadi siklon tropis sekitar pukul 19.00 hingga 20.00 WIB, Rabu (01/12/2021) malam. Siklon tropis tersebut akan dinamai sebagai Siklon Tropis Teratai.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, calon Siklon Tropis Teratai tersebut dapat berdampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di Indonesia, berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat petir atau angin kencang di wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Untuk itu, BMKG menetapkan Status Waspada akan ancaman bencana hidrometeorologi di wilayah yang berpotensi terdampak.

“BMKG mengingatkan untuk mewaspadai potensi dampak seperti banjir, banjir bandang, rob, tanah longsor terutama di daerah yang rentan,” ungkap Dwikorita dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (01/12/2021).

Selain berdampak pada intensitas hujan, siklon ini juga menyebabkan gelombang laut dengan ketinggian 2,5 hingga 4,0 meter yang dapat terjadi di perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan dan barat, perairan selatan Banten, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat.

Dwikorita mengatakan, terkait informasi peringatan dini potensi cuaca ekstrem di tingkat daerah, stasiun BMKG yang tersebar di provinsi terdampak telah melakukan diseminasi atau penyebarluasan informasi peringatan dini potensi cuaca ekstrem. Selain itu, BMKG pusat maupun daerah juga telah koordinasi dengan pihak terkait.

Selain Siklon Tropis Teratai, Dwikorita juga mengingatkan dampak Bibit Siklon Tropis 94W yang berada di sebelah Utara Sumatera Utara yang berdampak pada tinggi gelombang.

Bibit Siklon Tropis 94W mengakibatkan dampak tidak langsung berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan kilat/petir, di wilayah Sumatera Utara.

Bibit siklon ini juga dapat mengakibatkan gelombang tinggi hingga mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di perairan perairan kepulauan perairan Kepulauan Subi, perairan Kepulauan Anambas dan Natuna.

Kemudian, gelombang dengan ketinggian 2,5 sampai 4 meter di perairan utara Kepulauan Anambas dan Natuna.

“Dan ini mohon perhatian yang sungguh-sungguh, tinggi gelombang dapat mencapai empat sampai enam meter di Laut Natuna Utara,” urainya.

Selain itu, Siklon Tropis Tropis Nyatoh yang saat ini berada di Samudera Pasifik utara Papua masih berdampak secara tidak langsung cuaca di Indonesia. Siklon tropis ini bergerak ke arah barat laut menjauhi Indonesia.

Dampak tidak langsung berakibat pada tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter di Laut Maluku bagian Selatan, Perairan Bitung, Kepulauan Sitaro, Perairan Kepulauan Sangihe, Laut Sulawesi bagian timur, perairan barat dan timur Halmahera, perairan utara Papua barat hingga Papua.

Kemudian tinggi gelombang yang dapat mecapai 2,5 hingga 4 meter di perairan Utara kepulauan Sangihe, perairan kepulauan Talaud, lait Maluku bagian utara, perairan Utara Halmahera, Laut Halmahera dan Samudra Pasifik Utara Halmahera Papua.

BMKG mengimbau kepada masyarakat dan semua pihak untuk menghindari kegiatan pelayaran di wilayah perairan yang berdampak.

Kemudian, menghindari daerah rentan mengalami bencana seperti di lembah sungai, lereng rawan longsor, pohon yang mudah tumbang, tepi pantai dan tempat-tempat lainnya.

Dwikorita juga mengingatkan untuk mewaspadai potensi dampak seperti banjir, banjir bandang, rob, tanah longsor terutama di daerah yang rentan.

Dia meminta pihak terkait untuk terus meningkatkan koordinasi dalam rangka antisipasi bencana hidrometeorologi. []

Advertisement
Advertisement