June 25, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Tradisi Ziarah Kubur dan Kupatan Sebabkan Kasus Corona di Kudus Naik 30 Kali Lipat

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

JAKARTA – Kegiatan wisata religi berupa ziarah kubur serta tradisi kupatan seminggu setelah perayaan Hari Raya Idulfitri dinilai menjadi pendorong naiknya kasus Covid-19 di Kudus, Jateng.

Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, meningkat lebih dari 30 kali dalam sepekan.

“Naik lebih dari 30 kali lipat, dari 26 kasus menjadi 929 kasus. Hal ini menjadikan kasus aktif di Kudus menjadi 1.280 kasus atau 21,41 persen dari jumlah kasus positifnya. Ini adalah angka yang besar jika dibandingkan dengan kasus aktif nasional yang hanya 5,47 persen,” ujar Wiku Adisasmito dalam konferensi pers daring, Jumat (04/06/2021).

Hal itu menyebabkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit Covid-19 di Kudus naik tajam hingga lebih dari 90 persen.

Wiku menyebut, kenaikan kasus tersebut terjadi akibat dampak kegiatan wisata religi yakni ziarah kubur serta tradisi kupatan yang dilakukan masyarakat Kudus seminggu setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Dua kegiatan itu, ujar Wiku, memicu kerumunan massa dan meningkatkan penularan Covid-19.

“Hal ini diperparah dengan tenaga kesehatan di sana yang terpapar Covid-19 sebanyak 189 orang dan rumah sakit yang belum menerapkan secara tegas zonasi merah, kuning, dan hijau, serta triase pasien Covid-19 dan non Covid-19 dan keluarga pasien,” ujar Wiku.

Dengan kondisi ini, kata Wiku, Ketua Satgas Covid-19 menginstruksikan kepada Pemda Kudus segera mengonversi tempat tidur untuk pasien Covid-19.

Pasien dengan gejala sedang dan berat diprioritaskan masuk rumah sakit Covid-19. Pasien dengan gejala ringan diminta melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing atau dirujuk ke rumah sakit lain di Semarang.

“Selain itu, sebanyak 450 personel TNI diturunkan untuk memantau pelaksanaan PPKM Mikro mencegah penularan kasus meluas,” ujar Wiku.

Sementara itu, untuk mencegah kasus Covid-19 kian bertambah, pihak Kepolisian ikut membantu dengan menerjunkan mobil armoured water cannon (AWC).

Pada Jumat (04/06/2021) kendaraan tersebut menyemprotkan cairan disinfektan di sejumlah tempat di Kudus sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit virus Corona.

Penyemprotan dipimpin langsung Kapolda Jateng Irjen Pol. Ahmad Luthfi dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto usai memimpin apel bersama TNI-Polri dan Satgas Covid-19 Kabupaten Kudus di Simpang Tujuh Kudus.

Mobil AWC yang digunakan merupakan milik Satuan Samapta Polres Kudus, Brimob Polda Jateng, Dit Samapta Polda Jateng serta mobil Damkar. Kapolda Jateng Irjen Pol.

Ahmad Luhtfi menyebut pihaknya menurunkan setidaknya empat mobil AWC dan dibantu mobil pemadam kebakaran (damkar) untuk proses penyemprotan disinfektan di beberapa lokasi Kabupaten Kudus.

Penyemprotan cairan disinfektan secara massal, kata dia, dilakukan di tempat-tempat masa inkubasi.

“Nantinya akan dievaluasi‎ setiap tiga hari sekali hingga kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus menurun,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, semua pasukan, baik dari babinsa, bhabinkamtibmas, bataliyon dan Brimob serta tenaga kesehatan, semuanya diplot di Kabupaten Kudus. Dengan harapan Kabupaten Kudus kembali seperti semula.

“Target kami, Covid-19 harus hilang dari Kabupaten Kudus,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengimbau masyarakat selalu menjaga diri dengan menerapkan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi kerumunan, dan membatasi mobilitas atau aktivitas di luar).

“Kami selalu mengingatkan warga masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan ini agar terhindar dari penularan virus Corona,” ujarnya.  []

Advertisement
Advertisement