August 7, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Uang Di Dompet, HP dan Perhiasan Dibawa Kabur Arjuna Bangladesh, Seorang PMI yang Haus Tatih Tayang Hanya Bisa Mengenang

2 min read

HONG KONG – Nasib tidak menyenangkan dialami oleh SW (36), seorang pekerja rumah tangga asing di Singapura Asal Indonesia yang menjadi korban pencurian dengan terduga pelaku hiyang hiyangannya sendiri seorang pekerja migran asal Bangladesh berusia 32 tahun.

Informasi yang berhasil dihimpun ApakabarOnline dari koresponden di Singapura pada Jumat (07/08/2026) menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (02/08/2026) kemarin di sebuah kamar hotel kelas melati di kawasan Geylang Singapura.

SW mengenal arjuna Bangladesh pada akhir 2025, kemudian usai lebaran 2026 kemarin, keduanya menyepakati untuk menjalin hubungan perkekasihan.

Sejak saat itu, SW sering ngamar bareng arjuna Bangladesh sebulan dua kali. Tentu dalam kesempatan yang hanya terjadi sebulan 2 kali tersebut baik SW maupun sang arjuna sama sama meluapkan guyuran  air keramat sebagai bentuk feromon keduanya yang memancar hebat lantaran kedua sama sama haus tatih tayang. Tidak heran, setiap pertemuan mereka bisa menuntaskn sampai 3 ronde.

SW semakin terbuai dan semakin terlena dengan tatih tayang yang diberikan arjuna Bangladesh, hingga tanpa dia sadari, yang SW sangka ketulusan ternyata berujung pencurian yang menyakitkan.

Bagaimana tidak, di kencan terakhir mereka pada 2 Agustus 2026 kemarin, SW menduga dirinya diberi obat tidur oleh pelaku yang membuat SW tertidur pulas usai menuntaskan pendakian ronde pertamanya.

SW terbangun sekira pukul 16 sore dan mendapati sang arjuna tidak berada di sebelahnya.

Lebih terkejut lagi, saat SW ingin mencari arjunanya dengan menghubungi lewat telpon, 2 unit handphone milik SW tidak berada di dalam kamar itu lagi.

Yang membuat SW bertambah geram, bukan hanya 2 unit handphone, kalung emas 12 gram yang melingkar di lehernya serta gelang  emas 6 gram yang melingkar di tangannya sudah tidak ada lagi.

Saat memeriksa tas, seluruh uang tunai didalam dompetnya sudah raib.  SW mengaku didalam dompetnya ada uang dalam pecahan dolar singapura sebanyak 720 dimana uang tersebut akan dia kirimkan ke kampung halaman untuk suami dan anaknya di Indramayu.

Curhat kepada beberapa temannya, SW berkesimpulan menjadi merasa serba salah jika ingin membuat laporan polisi, sebab ada konsekwensinya. Pun demikian, dia juga tidak ingin keluarga di Indramayu terutama suaminya mendengar dan mengetahui kabar tersebut.

Kini, kepada Astuti, Koresponden ApakabarOnline di Singapura, SW hanya bisa pasrah sembari menyampaikan pesan, hati-hati jika menjalin hubungan dengan pria Bangladesh. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply