February 24, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Uang Ratusan Juta di Rekening Pelaku Penembak Kantor MUI Ternyata Dari PMI Taiwan dan Korea

2 min read

JAKARTA – Menantu penembak di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mustopa NR, Fauziah, mengaku, uang yang dimiliki oleh sang mertua berasal dari ketiga anaknya. Hal ini muncul setelah diketahui aliran dana yang dimilikinya mencapai Rp800 juta.

Fauziah mengatakan, ketiga anaknya Mustopa kini telah bekerja di luar negeri sebagai pekerja migran Indonesia (PMI)). Mereka mengirimkan uang itu hingga terkumpul mencapai Rp800 juta.

“Uang itu dikirim anak-anaknya, tiga orang. Satu di Korea, dua lainnya di Taiwan, semua di luar negeri,” kata Fauziah yang dikutip Minggu, (07/05/2023).

Fauziah menyebut, uang itu dikirim melalui dirinya. Setelah terkumpul baru kemudian ditransfer ke rekening Mustopa.

“Anak pertama gajinya Rp30 juta perbulan di Korea, yang dua di Taiwan, masing-masing Rp15 juta,” ucapnya.

Rencananya, uang itu digunakan untuk membeli lahan, sawah, rumah, hingga kendaraan. Berdasarkan catatannya, ada 12 macam belanja yang telah dilakukan oleh Mustopa.

“Bukan untuk foya-foya,” ujarnya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI), meminta kepolisian untuk mendalami motif dari Mustopa NR selaku penembak di Kantor MUI pada pukul 11.24 WIB, Selasa (02/05/2023).

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hukum dan HAM Ikhsan Abdullah mengatakan, selain motif, kepolisian diharapkan dapat mengusut kasus ini hingga tuntas.

“Meminta aparat kepolisian perlu mendalami motif,” katanya  Selasa (02/05/2023).

Ikhsan juga mengutuk tindakan Mustopa yang bersifat teror tidak dan hal itu tidak dapat diterima dengan alasan apapun. Menurutnya, Mustopa tidak mencerminkan Islam Wasathiyah.

Apalagi, pelaku memiliki niat untuk melakukan tindakan pelanggaran hukum berupa ancaman kekerasan terhadap pimpinan MUI dan petinggi negara. Bahkan, Mustopa yang telah tewas mengaku nabi maupun Tuhan yang dianggap menyalahi syariat Islam.

“Tindakan pelaku penembakan kantor MUI pusat adalah bentuk teror terhadap umat Islam,” ujarnya. []

Advertisement
Advertisement