November 27, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Umroh Kembali Dibuka, Jamaah Pakistan dan Indonesia Menjadi “Tamu Allah” Gelombang Pertama

2 min read
Prime Banner

JAKARTA – Jemaah umrah dari Pakistan dan Indonesia jadi ‘tamu Allah’ perdana sejak ibadah umrah ditutup selama hampir tujuh bulan selama pandemi Covid-19.

Lebih dari 250 jamaah umrah dilaporkan telah mendarat di Arab Saudi kemarin sore dalam perjalanan mereka ke Mekkah untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan.

Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah menerima penerbangan pertama jemaah internasional dari Pakistan dan Indonesia. Penerbangan pertama dari Pakistan tiba pukul empat sore dengan membawa 38 jemaah. Sementara itu penerbangan kedua dari Indonesia tiba pukul enam sore dengan 224 jemaah.

Jemaah haji diterima oleh Menteri Haji dan Umrah Muhammad Saleh Benten dan wakilnya, Abdel Fattah Mashat, serta direktur bandara, Issam Nour. Sementara itu Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Issam Al-Thaqafi turut melepas para Jemaah Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta.

Dia mengatakan bahwa kesejahteraan mereka adalah prioritas kepemimpinan Kerajaan Arab Saudi. Para jemaah pun diperiksa sebelum memasuki kota Mekkah.

“Kami mengambil semua tindakan kesehatan sebelum para jemaah datang dari negara mereka, dan selama perjalanan umrah mereka di Arab Saudi,” kata Saleh Benten sepeti dikutip ArabNews.com, Senin (02/11/2020).

Semua sudah siap menerima jemaah sejak penerbangan pertama kali tiba, katanya. Dia juga mengatakan pihaknya memantau dan merevisi semua perkembangan setiap hari.

Pihak Kementerian Umrah dan Haji Arab Saudi telah menetapkan standar dan kontrol untuk semua penyedia layanan dan perusahaan perjalanan umrah untuk memastikan penerapan tindakan pencegahan tingkat tertinggi yang disetujui oleh Kementerian Kesehatan.

Kementerian itu juga meminta para jemaah dari dalam dan luar negeri untuk mematuhi tindakan pencegahan dan tindakan seperti mengenakan masker, menjaga kebersihan tangan, dan menjaga jarak sosial.

Para jemaah dapat tinggal di Arab Saudi hingga 10 hari. Mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada saat kedatangan sebelum bergerak ke tempat-tempat suci dengan menggunakan bus perusahaan Haji dan Umrah. Setiap kelompok tidak boleh lebih dari 50 orang.

Mereka akan menghabiskan tiga hari dalam masa isolasi sebelum diizinkan oleh Kementerian Kesehatan untuk melakukan umrah.

Kerajaan Arab Saudi sedang mempersiapkan untuk menerima 10.000 jamaah internasional setiap hari dengan kapasitas 100 persen. Sementara itu batas usia maksimal jamaah internasional adalah 50 tahun.

Bagaimanakah suasana umrah di Kabah di Mekah, simak streamingnya dari Youtube Makkah Live – Hajj 2020 di atas. Kota Mekah memiliki perbedaan waktu 4 jam lebih lambat dari Jakarta. Saat berita ini diturunkan, Mekah masuk pasca subuh. []

Advertisement