October 10, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Untuk mendapatkan Calon PMI Berkualitas, Sekolah Unggulan Didekati dan Diedukasi Bagaimana Caranya Menjadi PMI, Kalau Tidak Punya Biaya ?

4 min read

JAKARTA – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Barat (NTB) memperluas edukasi mengenai migrasi aman kepada generasi muda. Edukasi tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi “Migrasi Aman sebagai Upaya Mengatasi Migran Ekonomi Berisiko” yang digelar di Musholla SMA dan MA Nahdlatul Wathan (NW) Suralaga, Lombok Timur, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan yang diinisiasi mahasiswa Universitas Mataram melalui proyek muda mengabdi “Lentera Yatra” tersebut menjadi ruang edukasi bagi 70 siswa SMA dan MA NW Suralaga untuk memahami prosedur bekerja ke luar negeri secara aman, legal, dan sesuai ketentuan. Dalam kesempatan tersebut, BP3MI NTB juga memperkenalkan Program SMK Go Global sebagai salah satu upaya pemerintah meningkatkan kompetensi generasi muda agar siap memasuki pasar kerja global.

Pengantar Kerja Ahli Pertama BP3MI NTB, Siska Susila, menjelaskan berbagai tahapan bekerja ke luar negeri secara aman dan legal kepada peserta MA NW Suralaga. Materi mencakup tahapan penempatan serta sejumlah skema penempatan, yakni Government to Government (G to G), Government to Private (G to P), Private to Private (P to P), UKPS, dan mandiri.

“Yang paling penting sebelum memutuskan bekerja ke luar negeri adalah memastikan informasi dan proses penempatannya jelas. Calon Pekerja Migran Indonesia harus memahami jalur penempatan yang tersedia dan memastikan prosesnya dilakukan secara resmi agar mendapatkan akses pelindungan dari pemerintah,” ujar Siska.

Siska menambahkan, proses penempatan melalui jalur resmi menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan hak dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia dapat terpenuhi sejak sebelum keberangkatan hingga selama bekerja di luar negeri.

Sementara itu, Pengantar Kerja Ahli Pertama BP3MI NTB, Baiq Sri Wahyuningsih, menyampaikan kepada peserta SMA NW Suralaga bahwa bekerja ke luar negeri perlu dipersiapkan tidak hanya dari sisi administrasi, tetapi juga kompetensi dan informasi yang memadai.

“Bekerja ke luar negeri bukan hanya soal berangkat, tetapi harus dipersiapkan dengan kompetensi dan informasi yang benar. Pastikan seluruh proses dilakukan melalui jalur resmi agar hak dan pelindungan sebagai pekerja migran dapat terpenuhi,” ujar Baiq Sri Wahyuningsih.

Ia juga memperkenalkan Program SMK Go Global sebagai salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kompetensi generasi muda yang memiliki minat bekerja di luar negeri. Melalui program pelatihan gratis tersebut, calon Pekerja Migran Indonesia dapat memperoleh keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja global.

Perwakilan SMA dan MA NW Suralaga, Panggih Widodo, yang pernah bekerja sebagai pekerja migran, turut membagikan pengalamannya kepada para peserta. Ia mengatakan pengalaman tersebut membuatnya memahami pentingnya informasi yang memadai sebelum memutuskan bekerja ke luar negeri.

“Dulu ketika saya mendaftar untuk bekerja ke luar negeri, banyak sekali oknum yang menawarkan jasa dengan berbagai iming-iming. Kalau kita tidak hati-hati dan tidak memiliki informasi yang cukup, kita bisa terjebak dan akhirnya menjadi pekerja migran nonprosedural. Karena itu, sosialisasi mengenai migrasi aman menjadi penting, khususnya bagi generasi muda yang memiliki rencana bekerja ke luar negeri,” ujar Panggih.

Kegiatan sosialisasi yang diikuti 70 siswa SMA dan MA NW Suralaga ini diharapkan tidak berhenti pada peserta. Informasi mengenai migrasi aman diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat di sekitar peserta yang membutuhkan informasi mengenai prosedur bekerja ke luar negeri secara aman, legal, dan resmi.

Bagaimana Kalau Terkendala Biaya ?

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Bank NTB Syariah Mataram menyosialisasikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pekerja migran Indonesia kepada Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan peserta pelatihan housekeeping Program SMK Go Global. Kegiatan berlangsung di Edotel SMKN 1 Praya Pariwisata, Lombok Tengah, Rabu (7/10/2026).

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan akses pembiayaan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan bekerja ke luar negeri. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai skema KUR bagi pekerja migran Indonesia, pengelolaan keuangan personal, serta perencanaan angsuran selama bekerja di luar negeri.

Pranata Humas Ahli Muda BP3MI NTB, Putu Eka Jaya, mengatakan fasilitas KUR bagi pekerja migran Indonesia merupakan salah satu bentuk kehadiran negara dalam memberikan alternatif pembiayaan yang lebih aman bagi calon pekerja migran.

“Program KUR bagi Pekerja Migran Indonesia merupakan bentuk kehadiran negara untuk memberikan solusi pembiayaan. Selama ini, calon pekerja migran masih menghadapi persoalan biaya penempatan dan tidak sedikit yang terpaksa meminjam kepada tetangga, rentenir, bahkan pinjaman online dengan beban yang tinggi,” ujar Putu.

Menurut Putu, akses pembiayaan tersebut diharapkan dapat membantu CPMI memenuhi kebutuhan biaya penempatan melalui skema yang resmi dan lebih terjangkau.

Putu menambahkan, peserta pelatihan housekeeping Program SMK Go Global yang nantinya akan bekerja ke luar negeri dapat memanfaatkan fasilitas KUR pekerja migran Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku. BP3MI NTB akan berkoordinasi dengan Bank NTB Syariah dan P3MI sebagai mitra penempatan untuk memastikan peserta mendapatkan informasi dan pendampingan terkait mekanisme pembiayaan.

“Untuk saat ini, fokus peserta adalah mengikuti pelatihan dan menyelesaikan ujian kompetensi. Selanjutnya, terkait KUR Pekerja Migran Indonesia dan mekanisme pembiayaannya, BP3MI NTB akan berkoordinasi dengan Bank NTB Syariah dan P3MI sebagai mitra penempatan agar peserta mendapatkan informasi dan fasilitasi yang diperlukan,” kata Putu.

Dalam kesempatan tersebut, Bank NTB Syariah Mataram memberikan penjelasan mengenai skema pembiayaan KUR bagi pekerja migran Indonesia, termasuk ketentuan pembiayaan serta pentingnya pengelolaan keuangan dan perencanaan angsuran secara bijak. Sosialisasi ini diharapkan dapat membantu CPMI memahami kewajiban pembiayaan sebelum memutuskan menggunakan fasilitas KUR.

Kegiatan tersebut dihadiri mitra penempatan P3MI, yakni PT Sarimadu Jaya Nusa dan Haena Duta Cemerlang yang memiliki job order di sektor hospitality, Bank NTB Syariah, BP3MI NTB, tim PIC SMKN 1 Praya, serta 20 peserta pelatihan housekeeping Program SMK Go Global.

Sinergi BP3MI NTB, Bank NTB Syariah, dan P3MI diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan yang aman dan resmi bagi calon Pekerja Migran Indonesia sekaligus mendukung kesiapan peserta Program SMK Go Global untuk bekerja di pasar kerja luar negeri. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply