May 29, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Update Gempa Banten, Lima Meninggal Dunia, Ratusan Rumah Rusak

3 min read

BANTEN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,9 yang berpusat di Banten dan mengguncang hingga ke beberapa daerah lain di Pulau Jawa dan Sumatra, Jumat (2/8/2019), mengakibatkan ratusan rumah rusak dan lima orang dikabarkan meninggaal dunia.

Pelaksana harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Agus Wibowo, Sabtu (3/8), mengumumkan kerusakan bangunan terjadi di beberapa daerah di Banten dan Jawa Barat, tetapi ribuan pengungsi telah kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing.

Agus mengatakan pos pengungsian tidak didirikan karena rumah yang sedikit rusak bisa kembali ditempati, sementara mereka yang tempat tinggalnya rusak agak parah masih bisa mengungsi ke rumah para kerabat.

Tim BNPB dan BPBD, menurut Agus, masih berada di lapangan untuk mendata kerusakan akibat gempa dan memastikan pelayanan terhadap masyarakat berjalan dengan baik.

Berikut ini beberapa perkembangan terbaru dari gempa Banten yang kami rangkum dari rilis BNPB dan berbagai sumber:

 

5 Korban meninggal dunia

BNPB mengabarkan bahwa ada lima orang yang tewas saat terjadi gempa tersebut. Agus Wibowo menyatakan para korban tersebut meninggal karena serangan jantung atau kelelahan saat melakukan evakuasi. Jadi, tidak ada yang wafat karena tertimpa bangunan roboh.

Dua orang meninggal di Kabupaten Lebak atas nama Rasinah (48), yang meninggal karena serangan jantung. Korban lain yaitu Salam (95) yang meninggal akibat kelelahan ketika dievakuasi. Sementara itu, korban meninggal di Kabupaten Sukabumi atas nama H. Ajay (58) dari Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok dan Ruyani (35) dari Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran.

Satu korban lagi ada di Desa Ujung Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, yaitu Sa’in (40) yang meninggal akibat kepanikan.

Selain korban meninggal, gempa berdampak pada 4 orang luka-luka dengan rincian 1 di Kabupaten Sukabumi dan 3 lainnya di Kabupaten Pandeglang.

 

223 Rumah rusak

Hingga Sabtu (3/8), BNPB mencatat total rumah 223 unit rumah mengalami kerusakan. Rinciannya, 13 rusak berat (RB), 32 rusak sedang (RS), dan sisanya rusak ringan (RR).

Kerusakan rumah di Provinsi Jawa Barat berjumlah 13 unit RB, 30 RS, 62 RR. Sedangkan kerusakan di Provinsi Banten, rumah rusak dengan kategori berbeda tersebar di Kabupaten Lebak (4 RB, 29 RR), Kabupaten Pandeglang (81 RR), Kabupaten Serang (1 RS, 3 RR) dan Kota Cilegon (3 RR). Total kerusakan rumah di provinsi ini yaitu 2 RS dan 116 RR.

Selain rumah, kerusakan juga dialami beberapa fasilitas umum, seperti tempat ibadah, kantor dan fasilitas pendidikan. Kerusakan pada fasilitas umum tersebut masuk dalam kategori ringan.

Kerusakan di Kabupaten Pandeglang mencakup 1 masjid dan 1 kantor desa; Kabupaten Cilegon 1 masjid; Kabupaten Sukabumi 1 masjid, 1 majelis ta’lim dan 1 pondok pesantren. Kerusakan fasilitas lain terdapat di Serang yaitu 1 pondok pesantren, dan 1 bangunan tempat penggilingan padi.

 

Pengungsi telah pulang

BNPB mencatat lebih dari 1.000 orang mengungsi di Provinsi Banten dan Lampung setelah terjadinya gempa. Kini semua telah kembali ke kediaman masing-masing.

“Sebelumnya disampaikan ada 1.050 jiwa mengungsi. 1.000 jiwa mengungsi di halaman kantor Gubernur Prov Lampung. Di Kabupaten Lampung Selatan kurang lebih 50 orang mengungsi di EX Hotel Lima Enam. Mereka seluruhnya sudah pulang, tidak ada lagi yang mengungsi,” kata Agus, dikutip Kompas.com.

Ia mengatakan, ada 30 orang warga dan 11 anak-anak di Terminal Pelabuhan Lebak, Banten. Namun, saat ini mereka sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Aktivitas sudah berjalan dengan baik lagi, air laut tidak ada perubahan kondisi, tidak ada kenaikan sehingga dikatakan aman, masyarakat diperbolehkan pulang ke rumah-rumah masing-masing,” ujarnya. []

Advertisement
Advertisement