October 17, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Usai Jalani Karantina di Asrama Haji, PMI Asal Ponorogo ini Berencana Gunakan Tabungan untuk Buka Toko Pracangan

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

SURABAYA – Bekerja di luar negeri bermaksud mengumpulkan modal untuk membuka usaha di desa. Itulah catatan sederhana dari seorang perempuan asli Desa Gandu Kepuh Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo, bernama Hayunika (35). Ia adalah satu diantara ribuan Pekerja Migran Indonesia yang pulang ke kampung halaman.

Ditemui disela-sela persiapan pulang ke Ponorogo, Minggu (20/06/2021) siang di Asrama Haji Surabaya, ibu dua anak yang bersuamikan sama-sama sebagai PMI ini, menceritakan secara singkat bagaimana perjalanan hidup hingga memutuskan untuk bekerja ke luar negeri dengan pilihan di Taipei Taiwan sebagai pekerja informal.

Hayun, biasa dipanggil menceritakan tujuan kerja di luar negeri ini memang untuk mengumpulkan uang dan ditabung untuk modal usaha di desa yaitu modal usaha buku warung pracangan.

“Alhamdulillah kerja 4 tahun di Taiwan, gajinya ditabung sudah ada seratusan juta rupiah, sehingga sudah cukup untuk bisa untuk modal usaha buka warung pracangan di desa” tuturnya.

Ia bersama temannya yang lain dari Ponorogo juga,  sebenarnya kontrak kerjanya masih tersisa 1,5 tahun lagi dari masa kontrak kerja 3 tahun, atau tahun kedua periode kontraknya dengan majikan. Sehingga momen kepulangan bagi PMI ini dijadikan semangat melecut untuk segera bisa beralih usaha kerja di desa, seperti cita-citanya toh kerja 4 lebih sudah bisa menabung seratusan juta dan sudah cukup untuk modal usaha dengan membuka warung pracangan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja (P2TK), secara terpisah menerangkan bekerja di luar negeri secara resmi atau prosedural sekarang ini sudah sangat mudah Informasi bisa langsung didepan mata dengan buka Aplikasi SimPadu  untuk mengetahui secara jelas bagaimana prosedur bekerja di luar negeri atau menghubungi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kota setempat.

Ditekankan, justru perencanaan matang bekerja di luar negeri ini, itulah yang akan mengiringi kesuksesan karena ada niat tujuan dan target, bekerja di luar negeri itu bukan untuk selamanya, bekerja untuk mengumpulkan modal usaha di kampung halaman, itulah harusnya yang menjadi cita-cita bagi PMI. Apalagi setiap pemerintah kabupaten kota tempat asal PMI, sudah menyediakan layanan pendampingan usaha bagi PMI untuk membuka usaha.

“Banyak kisah sukses dari PMI setelah kembali ke kampung halaman, semangat ulet dan terus belajar itu antara lain kunci suksesnya” pesannya. []

Kominfo Prov Jatim

Advertisement
Advertisement