September 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Usai Lebaran, Kasus Positif Corona di Pulau Jawa Alami Kenaikan Signifikan

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

JAKARTA – Satgas Covid-19 melihat tren kenaikan kasus Covid-19 setelah masa libur lebaran. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, Pulau Jawa menjadi kontributor terbesar penambahan kasus positif Covid-19.

“Data jelas menunjukan pulau Jawa jadi kontributor terbesar penambahan kasus positif Covid-19 di tingkat nasional,” kata Wiku dalam konferensi pers virtual di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (28/05/2021).

Menurutnya, peningkatan kasus Covid-19 terjadi pada 6 hari terakhir. Hal ini tercermin dari peningkatan kebutuhan ruang isolasi baik di tingkat nasional dan provinsi.

Data Satgas pada 26 Mei menunjukkan, tingkat keterpakaian tempat tidur ruang isolasi Covid-19 di seluruh Indonesia meningkat 14,2% dibandingkan 20 Mei. Dengan demikian, jumlah keterpakaian tempat tidur ruang isolasi di rumah sakit rujukan virus corona meningkat dari 20.560 menjadi 23.488 tempat tidur.

Kenaikan okupansi tempat tidur ruang isolasi terjadi di DKI Jakarta, Jawa Tengah, Banten, dan Yogyakarta. Di Jakarta, keterisian tempat tidur ruang isolasi naik 23,7% dari 3.108 kasur pada 20 Mei menjadi 3.846 kasur pada 26 Mei.

Sementara Jawa Tengah, okupansi tempat tidur ruang isolasi naik 23,13% atau meningkat dari 2.567 kasur menjadi 3.161 kasur. Kemudian, keterisian tempat tidur ruang isolasi di Banten juga naik 21,2% dari 819 menjadi 959 tempat tidur terisi. Selanjutnya di Yogyakarta, okupansi tempat tidur naik 18,18% dari 495 menjadi 585 kasur terisi.

Data itu menunjukkan, peningkatan kasus Covid-19 terjadi pada pasien dengan gejala sedang dan berat yang memerlukan ruang isolasi. “Ini alarm keras untuk kita semua, terutama provinsi di Pulau Jawa,” ujarnya.

Kenaikan okupansi terjadi pasca libur Idulfitri. Wiku mengatakan, pergerakan penduduk Jabodetabek ke luar wilayah menunjukkan peningkatan yang cukup tajam pada periode pengetatan perjalanan 27 April-5 Mei.

Sementara pada periode peniadaan mudik, mobilitas penduduk mengalami peningkatan meski tidak setinggi pada periode pengetatan perjalanan. Sementara, puncak pergerakan penduduk dari luar wilayah menuju Jabodetabek terlihat pada 17 Mei lalu.

“Dengan adanya tren peningkatan arus balik, bukan tidak mungkin terjadi penularan di tengah masyarakat,” katanya.

Karena itu, Wiku kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol Kesehatan. Sebab, Gerakan 3M yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun terbukti efektif mencegah penularan virus corona. []

 

Advertisement
Advertisement