Wabah Campak Meningkat di Berbagai Negara, Hong Kong Ingatkan Warga Cek Vaksinasi Sebelum Bepergian
3 min read
HONG KONG – Pusat Perlindungan Kesehatan (CHP) Departemen Kesehatan Hong Kong kemarin (03/11/2026), mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap lonjakan kasus campak di berbagai negara akibat rendahnya cakupan vaksinasi.
Masyarakat yang berencana bepergian ke luar negeri diminta untuk mengecek laman Travel Health Service milik Departemen Kesehatan sebelum berangkat. Tujuannya untuk melihat apakah negara tujuan sedang mengalami wabah atau memiliki angka kasus campak yang tinggi.
CHP menekankan pentingnya memastikan sudah menerima dua dosis vaksin campak, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Imbauan ini juga ditujukan untuk pelajar internasional yang sedang berada di negara terdampak. Jika ragu atau tidak ingat riwayat vaksinasi, mereka diminta segera melengkapi vaksinasi.
Peringatan ini disampaikan menjelang libur musim dingin di beberapa negara, di mana banyak pelajar yang belajar di luar negeri akan kembali ke Hong Kong. Masyarakat diminta tetap waspada, dan jika merasa tidak enak badan setelah bepergian, segera cari pertolongan medis serta informasikan gejala dan riwayat perjalanan kepada tenaga kesehatan agar langkah pengendalian infeksi bisa segera dilakukan. Sekolah juga diminta waspada untuk mengurangi risiko penularan di lingkungan kampus.
Wabah Global Masih Tak Terkendali
Campak masih menjadi penyakit endemis di banyak wilayah dunia. Tahun ini saja, Amerika Serikat telah mencatat lebih dari 4.800 kasus campak, lebih dari dua kali lipat total tahun lalu. Situasi di AS disebut masih belum terkendali. Pennsylvania dan New York bahkan telah melaporkan kematian terkait campak, dan tidak satu pun korban yang meninggal telah menerima vaksin campak.
Di Asia, Indonesia, Bangladesh, Laos, dan Filipina juga mengalami wabah campak akibat cakupan vaksinasi yang rendah.
“Kasus di luar negeri sebagian besar menimpa individu yang belum divaksinasi atau status vaksinasinya tidak diketahui, ini menegaskan pentingnya mempertahankan tingkat vaksinasi yang tinggi dan kekebalan kelompok,” kata Pengendali CHP, Dr. Edwin Tsui.
Menurut Dr. Tsui, berkat Program Imunisasi Anak Hong Kong dan layanan imunisasi dari Pusat Kesehatan Ibu dan Anak serta Tim Imunisasi Sekolah, cakupan imunisasi di Hong Kong tetap sangat tinggi. Hal ini membuat Hong Kong berhasil mempertahankan status bebas campak hingga saat ini, di tengah wabah di banyak negara.
Survei rutin menunjukkan cakupan dua dosis vaksin campak pada siswa sekolah dasar di Hong Kong konsisten di atas 95 persen. Tingkat seroprevalensi antibodi virus campak juga menunjukkan sebagian besar penduduk Hong Kong kebal terhadap campak. Secara keseluruhan, risiko wabah skala besar di Hong Kong dinilai rendah.
Namun sebagai kota dengan mobilitas internasional yang tinggi, Hong Kong tetap menghadapi risiko impor kasus campak. Kelompok yang berisiko adalah mereka yang belum menyelesaikan vaksinasi campak, seperti pendatang baru, pekerja rumah tangga asing, pekerja dari luar negeri, dan pelajar yang datang ke Hong Kong, yang berpotensi menularkan ke kelompok rentan seperti bayi di bawah 1 tahun yang belum mendapat dosis pertama.
Sepanjang tahun ini, Hong Kong telah mencatat sembilan kasus campak. Enam di antaranya adalah kasus impor atau terkait secara epidemiologis dengan kasus impor. Tiga lainnya adalah kasus lokal. Dari kasus impor, pasien diketahui mengunjungi Indonesia, Pakistan, dan Vietnam selama masa inkubasi.
Siapa yang Perlu Vaksinasi?
Orang yang lahir sebelum tahun 1967 dapat dianggap telah memiliki kekebalan alami terhadap campak, karena saat itu campak masih endemis di Hong Kong dan banyak negara lain.
Sementara bagi mereka yang lahir pada atau setelah tahun 1967 dan belum melengkapi dua dosis vaksin campak atau tidak mengetahui riwayat vaksinasinya, disarankan segera berkonsultasi dengan dokter keluarga untuk melengkapi vaksinasi.
Bagi yang berencana bepergian ke daerah endemis campak, jika belum pernah terdiagnosis campak melalui tes laboratorium dan belum pernah menerima dua dosis vaksin atau tidak yakin pernah divaksin, sebaiknya konsultasi ke dokter setidaknya dua minggu sebelum keberangkatan.
Ibu hamil, wanita yang sedang mempersiapkan kehamilan, serta anak di bawah 1 tahun yang belum waktunya menerima dosis pertama vaksin kombinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) dalam Program Imunisasi Anak, disarankan untuk tidak bepergian ke tempat yang sedang mengalami wabah campak.
Masa inkubasi campak adalah 7 hingga 21 hari sejak terinfeksi hingga muncul gejala. Gejalanya meliputi demam, ruam kulit, batuk, pilek, dan mata merah.
Jika wisatawan yang baru kembali dari daerah wabah mengalami gejala tersebut, mereka harus memakai masker bedah, tidak masuk kerja atau sekolah, menghindari tempat ramai, dan menghindari kontak dengan orang yang tidak memiliki kekebalan, terutama yang sistem imunnya lemah, ibu hamil, dan bayi di bawah 1 tahun. Segera cari pertolongan medis dan informasikan riwayat kontak campak kepada tenaga medis.
Informasi lebih lanjut tentang campak dapat dilihat di laman tematik campak milik CHP, serta berita wabah campak di luar Hong Kong di situs Travel Health Service Departemen Kesehatan. []
