September 26, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Waspada, Uang Bisa Membuat Kita Gangguan Jiwa

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

ApakabarOnline.com – Uang adalah salah satu hal vital dalam kehidupan manusia. Maka, tak heran bila banyak orang yang merasa stres dan cemas terkait kondisi finansialnya. Sebuah studi yang dilakukan oleh Northwestern Mutual menemukan bahwa uang sebagai sumber utama stres bagi 44 persen orang dewasa, selain  asmara dan pekerjaan.

Seringkali stres karena uang dianggap normal dan wajar, dengan alasan mengejar kesejahteraan finansial. Namun kondisi itu bisa berkembang menjadi gangguan mental.

“Secara umum, gangguan mental akibat uang adalah pola kronis dari perilaku finansial yang merusak diri sendiri,” ujar psikolog Brad Klontz, dikutip dari Huffington Post.

Klontz mengatakan, seseorang dapat dikatakan mengalami gangguan mental bila perilakunya sudah membawa dampak signifikan dalam hidup, seperti menganggu kesehatan, merusak hubungan sosial dan pekerjaan.

Kondisi ini dapat disembuhkan dengan bantuan profesional. Diagnosis umumnya masuk dalam klasifikasi Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM).

Ada beberapa kondisi berbeda dari gangguan uang, yakni pengeluaran kompulsif, penimbunan kompulsif, gila kerja, judi patologis, dan ketergantungan finansial.

Tak hanya soal kesehatan, uang juga bisa berdampak buruk bagi perilaku manusia. Penelitian yang dilakukan para ahli dari Harvard dan University of Utah’s David Eccles School of Business mengungkapkan dampak buruk saat seseorang terlalu mementingkan dan memikirkan uang.

Mereka akan mementingkan urusan pribadi dengan mengesampingkan pertimbangan moral.

Dalam jurnal berjudul “Organizational Behavior and Human Decision Processes” disebutkan jika seseorang yang memikirkan uang terus-menerus secara tidak sadar melakukan kebohongan, perbuatan tidak ertis atau membuat keputusan yang tidak bermoral.

“Meskipun seseorang berniat baik, atau merasa dapat membedakan yang benar dan salah, terdapat faktor yang memengaruhi keputusan dan perilaku yang tidak Anda sadari,” ungkap Kristin Smith-Crowe, profesor manajemen di University of Utah David Eccles.[]

Advertisement
Advertisement