Adul, Bocah Difabel Sembilan Tahun yang Menginspirasi Negeri Ini

Prime Banner

SUKABUMI – Muklis Abdul Kholik alias Adul (9) adalah seorang siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 3 di Sukabumi, Jawa Barat. Ia merupakan penyandang disabilitas yang sempat berdialog dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bekasi, Senin (03/12/2018) kemarin.

Putra keempat dari empat bersaudara ini mengalami kelainan fisik pada bagian kedua kakinya sejak lahir dan kelainan pada bagian tenggorokan.

“Adul anak kakak ipar saya. Dulu sempat sakit lalu dioperasi, sejak dari rumah sakit sampai sekarang saya yang urus. Sudah 8 tahun saya mengurus Adul,” kata Pengasuh Adul, Pipin, di rumahnya, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (4/12).

Adul sempat viral di media sosial karena usahanya untuk berangkat ke sekolah dengan keterbatasan fisik yang dia miliki. Adul berjalan merangkak sejauh 3 kilometer untuk mencapai sekolahnya.

Adul tampak tetap semangat dan ceria merangkap pulang – pergi sejauh 6 km. Meski hujan dan jalanan licin, menanjak. Sebenarnya ada ojek yang bisa mengantarkannya, namun itu hanya terkadang saat ada uang.

Bagaimana keseharian Adul ke sekolah ? Yuk menyimak visualisasi berikut ini :

Kekurangan fisik tak mengurangi semangat Mukhlis Abdul Holik dalam mengejar mimpi. Meski harus merangkak sejauh tiga kilometer ke sekolahnya , bocah berusia 8 tahun yang kerap dipanggil Adul itu tak pernah sekali pun surut langkah dalam mengejar ilmu. Jurnalis Bismo Agung mengabadikan keseharian Adul melalui bidikan lensanya.

MERANGKAK | Sejak lahir Adul dianugerahi kaki yang tidak sempurna. Tak seperti bocah normal sebayanya, anak dari pasangan Dadan Hamdani (52) dan Pipin (48) harus merangkak jika ingin beranjak.

MERANGKAK | Sejak lahir Adul dianugerahi kaki yang tidak sempurna. Tak seperti bocah normal sebayanya, anak dari pasangan Dadan Hamdani (52) dan Pipin (48) harus merangkak jika ingin beranjak.

MANDIRI | Tinggal di rumahnya yang sederhana di Kampung Cikiwul Tonggoh, Desa Sekarwangi Kecamatan Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Adul tetap memelihara asa bersekolah. Tak peduli kekurangan fisik yang dimiliki, Adul mampu tumbuh menjadi bocah mandiri.

MENUNTUT ILMU | Untuk bersekolah, Adul selalu ditemani sang ibu. Berjalan sejauh 3 kilometer, tanjakan terjal dan turunan yang curam tak menjadi penghalang bagi ia untuk menuntut ilmu.

SEMANGAT ADUL | Adul memang tak seperti bocah lainnya yang tumbuh normal. Meski begitu semangat yang dimiliki tak bisa ditandingi oleh teman sebayanya. Setidaknya itu diamini oleh guru yang mengajarnya di Sekolah Dasar Negeri X Desa Sekarwangi, Cibadak, Sukabumi.

BANYAK KAWAN | Di sekolahnya, Adul tidak pernah merasa minder dan malu. Dalam bermain pun ia selalu bisa menyesuaikan diri dengan teman-teman sebayanya. Duduk dibangku kelas tiga, ia begitu disukai oleh banyak kawannya. Tampak dalam foto Adul bermain bermain lompat tali. Tidak seperti yang lain, ia menggunakan tangan sebagai pengganti kaki..

MENULARKAN SEMANGAT | Saat pertama kali masuk sekolah Adul kerap mendapat ejekan dari kawan-kawannya. Kondisi itu pun sempat menghancurkan hati sang ibu. Namun semangat Adul yang sebesar gunung menjadikan ia tidak mundur sedikit pun. Semangat itu akhirnya menular pada sang ibu.

TAK MEREPOTI | Jika saat awal masuk harus digendong sang ibu, kini Adul telah mampu bergerak dan berjalan sendiri. Ia pun bisa bermain dengan kawan-kawannya di sekolah tanpa ada yang harus direpoti.

KAGUM | Apa yang dilakukan Adul mengundang banyak decak kagum. Presiden Joko Widodo yang mengetahui kondisi Adul melalui surat kabar dan media sosial pun tergugah untuk bertemu. Dan pada peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018 di Mall Summarecon Bekasi, Jawa Barat, Senin, (03/12/2018), Jokowi pun berjumpa dengan Adul.

KAGUM | Bukan tanpa dasar orang-orang kagum pada Adul. Meski masih bocah ia telah membuktikan bahwa cacat tubuh bukanlah penghalang untuk dapat maju. Perjalanan menuju ke sekolah adalah saksi bisu bagaimana Adul tak menyerah, dan terus berjuang untuk maju.

GEMILANG | Selain menuntut ilmu di sekolah, Adul juga belajar mengaji. Meski jadwal begitu padat Adul tak lelah. Ia sadar bahwa ilmu akan membawa ia menuju masa depan yang gemilang baginya, juga orangtuanya. []

You may also like...