Antara Rindu dan Hape yang Terendam Banyu

Prime Banner

ApakabarOnline.com

Sebagai pekerja migran Indonesia pejuang long distance relationship, atau biasa disingkat LDR, alias hubungan jarak jauh, biasanya akan memilih hape sebagai alat tersakti yang dipercaya bisa mengobati rasa rindu selama berada jauh dari sisi sang pujaan hati.

Iya, kalau tiba-tiba rindu dengan orang yang jauh di mata datang, hanya hapelah satu-satunya alat yang bisa digunakan untuk meleburnya. Bisa dengan chat bersama pasangan, telepon, video call, atau sekadar mengirim imo love-love di jaringan pribadi pada aplikasi pilihan masing-masing.

Seperti yang dilakukan Endang, yang hampir tidak pernah lepas dengan benda pintar tersebut. Tidak siang, tidak malam, tidak pagi, tidak sore, hape tidak pernah lepas dari saku celananya.

Nah, pada satu siang di hari ulang tahun belahan jiwanya, ia mengambil hape dan akan mengucapkan ”Selamat ulang tahun wahai kekasih.” Ia sudah menyiapkan rangkaian kata yang paling indah untuk dikirim melalui media WA. Bahkan, sebuah lagu spesial telah direkam dan disiapkan untuk suaminya.

Secepat kilat, Endang mengambil posisi yang luput dari pantauan nenek yang ia rawat. Dapur adalah pilihan paling tepat. Sambil mencurahkan isi hatinya, sembari mencuci sayur untuk makan siang.

Meski jarak memisahkan, rupanya tidak membuat Endang merasa jauh dari kekasihnya. Diketiklah satu demi satu kata menjadi kalimat indah. Senyum terindah disuguhkan, meski sebenarnya sang suami hanya ada dalam bayangan.

Dan… ”Endang! Apa yang kamu lakukan?! Aku suruh kamu mencuci sayur malah kamu bermain handphone!” Teriak si nenek tiba-tiba membubarkan segala macam lamunan dalam benaknya. Tentu saja kagetnya tingkat tower sutet! Dan parahnya, ketika si nenek berteriak dengan kecepatan yang bisa didengar dari radius ratusan meter, hape yang tadinya berada di tangan Endang langsung berpindah posisi ke dalam rendaman sayur kailan di dalam wastafel di depannya. (wijiati)

You may also like...