Prime banner

Singapura – Beginilah jika tidak beruntung nasibnya. Bekerja di Singapura, ada beberapaa majikan yang memberikan makanan sisa mereka untuk dimakan pembantunya. Jika tidak terima, resikonya kehilangan pekerjaan dan dipulangkan ke negara asal harus diterima.

Apakabaronline.com bertemu dengan salah satu yang menjadi korbannya. Rahma Wijayanti (34) mantaan PMI Singapura asal Pekalongan Jawa Tengah selama hampir dua tahun merasakannya. Hampir setiap hari, Ramha hanya diberi makanan sisa dari beberapa piring makan bekas keluarga majikannya yang dikumpulkan menjadi satu piring.

Selere makan Rahmapun hilang seketika. Namun apadaya, dalam situasi itu, Rahma tak bisa kemana-mana hanya terkurung di dalam rumah majikannya saja. Terpaksa, dia harus membiasakan diri dengan makanan sisa. Hal ini berlangsung sampai hampir dua tahun lamanya, saat mencapai puncaknya, protes Rahma dijawab majikannyaa dengan memulangkan ke Indonesia.

Menanggapi kejadiaan dan tradisi buruk ini, HOME (Humanitarian Organization for Migration Economics) sebuah NGO pembela pekerja migran di Singapura, mengakui, kejadian seperti yang menimpa Rahma memang kerap terjadi di negeri berlandmark kepala singa ini.

Dalam akun media sosialnya yang diunggah pada Selasa (15/08) kemarin, HOME menyebut, kementian tenaga kerja Singapura pun tidak mampu menyelesaikan kasus ini sebab tidak ada dasar hukumnya. Memberi makanan sisa, meskipun tidak manusiawi, tidak termasuk kategori pelanggaran Undang Undang negara.

Baca : [Takut Kehilangan Pekerjaan, PMI Singapura Memilih Pasrah]

“Kebanyakan pekerja yang meninggalkan rumah majikan mereka untuk mengajukan keluhan semacam itu (makanaan sisa) di Kementerian Tenaga Kerja Singapura biasanya akan dikirim kembali ke negara mereka dan kehilangan pekerjaan mereka.” sebut HOME di laman media sosialnya.

Diakhir publikasinya, HOME menyatakan, jika ada pekerja rumah tangga di Singapura, mengalami persoalan dengan pemberian makanan dari majikannya, silahkan menghubungi HOME untuk mendapatkan pendampingan.

Dalam postingan tersebut, beberapa komentar yang muncul mengaku pernah menjadi korban diberi makanan sisa dari piring majikannya. Sedangkan ratusan komentar lainnya, menyebut sebagai perbuataan tidak manusiawi dan mengutuk.  [Asa/HOME]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner