Dihimbau Tak Hirau, Dilarang Tak Mempan, Pemudik ke Gunung Kidul Tembus 11 Ribu Orang

Prime Banner

GUNUNGKIDUL – “Kalau menghadapi gestur orang Indonesia dan hanya diimbau, tingkat pelanggarannya besar. Dampaknya ke pemda, kalau masyarakat ini benar-benar mudik, maka yang terdampak secara ekonomi serta masalah-masalah sosial itu pemda,” begitulah yang diungkapkan  Agus Taufik Mulyono, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) dalam konferensi pers melalui video di Jakarta, Selasa (14/04/2020).

Ungkapan Agus terbukti, hampir seluruh daerah di Indonesia kebanjiran pemudik selama VOCID-19 dinyatakan mewabah di Indonesia.

Tak terkecuali dengan yang terjadi di Gunung Kidul Yogyakarta.  Jumlah pemudik di Gunungkidul terus bertambah, meski angkanya tidak setinggi saat awal-awal pandemi Covid-19. Hingga Minggu 3 Mei 2020 perantau yang pulang kampung mencapai 11.724 jiwa.

 

Ahli : Jika Mudik Terus Berlangsung, Wabah Corona Sulit Dibendung, 1 Juta Manusia di Pulau Jawa Bisa Terinfeksi Virus Corona

 

Mengutip Pikiran Rakyat, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul Kelik Yuniantoro, Senin 4 Mei 2020 mengatakan hingga saat ini masih ada pemudik yang pulang kampung. Namun, tingkat penambahan tidak sebanyak saat awal-awal adanya pandemi.

Sebagai gambaran dalam tiga hari terakhir pertambahan setiap harinya tidak mencapai 100 orang. Hal ini berbeda saat awal-awal pandemi yang jumlahnya bisa bertambah 1.000 orang per harinya.

“Sudah jauh bekurang dan kondisinya tidak semasif saat awal-awal penyebara Corona,” katanya.

Menurut dia, pendataan pemudik dilakukan melalui sistem informasi desa (SID). Total tercatat sudah ada 11.724 pemudik yang pulang. Kelik mengatakan pemudik paling banyak berasal dari wilayah Jakarta, yakni sebanyak 2.802 jiwa. Selain itu ada juga yang berasal dari wilayah di DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga luar negeri.

Pemkab Gunungkidul sudah mengimbau agar perantau tidak pulang ke rumah hingga kondisi aman dari penyebaran virus. Pasalnya, mobilisasi warga ini berpeluang menjadi penyebab penyebaran virus. Pemudik yang telanjur pulang ke kampung halaman diwajibkan melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

 

 

Kedatangan Pemudik Signifikan Lambungkan Angka ODR dan ODP di Kabupaten Madiun

 

“Akan terus dipantau karena saat pendataan diminta mengisi data diri lengkap dengan nomor yang bisa dihubungi,” ucapnya.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Enny Nurwidiastuti mengatakan sudah menyiapkan personel untuk pengamanan Operasi Ketupat Progo yang berlangsung selama 37 hari. Total ada 445 petugas kepolisian yang diterjunkan untuk pengamanan.

Menurut dia, sasaran utama operasi Ketupat Progo adalah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Selain itu, pengamanan juga untuk memastikan kemananan dan ketertiban di lingkungan masyarakat. Selain itu, ada juga upaya pencegahan kegiatan mudik selama lebaran. Langkah yang diambil dengan mendirikan pos pengamanan pada lokasi penyekatan atau pengalihan kendaraan yang masih melaksanakan mudik pada ruas jalan utama maupun alternatif.

Pos penyekatan yang dibangun ada tujuh titik, meliputi Hargodumilah, Patuk; Getas, Playen; Bibal, Panggang; Baran, Rongkop; Bedoyo, Ponjong, Simpang Tiga Kecamatan Ngawen dan Pos Blutak di Kecamatan Semin. “Untuk kendaraan yang dihalau masuk sudah ada. Total pemudik yang diminta balik berjumlah 297 orang,” katanya. []

 

You may also like...